Evakuasi Longsor Puncak Terkendala Cuaca Buruk

Tim Editor

Lima anggota BPBD mengevakuasi korban tertimbun longsor di kawasan Riung Gunung, Bogor, Jawa Barat (Yasir/era.id)

Bogor, era.id - Proses evakuasi korban longsor di kawasan Riung Gunung, Bogor, Jawa Barat terkendala cuaca buruk. Namun, tim gabungan terus bergerak menyelamatkan korban di antara kabut tebal yang menyelimuti wilayah Kecamatan Cisarua tersebut. 

"Hujan sama kabut yang tebal bikin kita sedikit kesulitan," ujar Robi, petugas kepolisian di kawasan Puncak itu, Selasa (6/2/2018).

Tim gabungan yang berada di Riung Gunung ini berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), Sudin Damkar, TNI dan Polisi. Mereka berbagi tugas dengan misi utama mengevakusi korban.

Menurut pantauan era.id pukul 13.00 WIB, lima orang dari satuan BPBD terlihat sedang menuruni bukit curam menuju lokasi yang terkena dampak longsor. 

Tiga orang tampak memegang tali pendakian yang dililit pohon besar. Sementara satu orang membantu kawannya memasang alat pengaman turun tebing. Kelima anggota satuan BPBD itu berada di bibir tebing dengan tanah basah yang bisa bergeser tiba-tiba. 


Lima anggota BPBD mengevakuasi korban tertimbun longsor di kawasan Riung Gunung, Bogor, Jawa Barat  (Yasir/era.id)

Tidak jauh dari situ, sejumlah alat berat dan mobil pemadam terparkir di sisi jalan. Sementara petugas sudin damkar dan anggota TNI bekerja sama di sisi lain lokasi tersebut.

Proses evakuasi di Riung Gunung telah berlangsung sejak Senin (5/2) pukul 10.00 WIB hingga saat ini, pukul 14.55 WIB. Menurut anggota BPBD yang bertugas di lokasi, Syarifudin, diduga tiga korban dan dua unit kendaraan masih tertimbun longsor.

"Belum pasti, tapi dugaan sementara ada 3 korban dan 2 motor yang tertimbun," tandasnya. 

Hujan deras di wilayah Bogor sebelumnya juga membuat kawasan At Ta'awaun, Desa Tugu Jalan Raya Puncak, dan Grand Hill Jalan Raya Puncak mengalami longsor. Di kawasan At ta'waun, longsor menyebabkan dua orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Djatmiko menyebutkan, warga yang tinggal di dataran tinggi seperti Puncak, serta dataran rendah di wilayah Jakarta patut mewaspadai longsor. Dia menerangkan, hujan lebat di dataran tinggi dapat menimbulkan struktur tanah bergeser. Sementara di dataran rendah menyebabkan air dari hulu menuju dataran rendah.

"Longsor patut diwaspadai di dataran tinggi. Di dataran rendah, di kali, di sungai, yang berada di daerah cekungan diwaspadai banjir meningkat menjadi siaga banjir," kata Hary kepada era.id, Senin (5/1).

Tag: jakarta siaga banjir banjir

Bagikan: