Menag Serukan Buka Dialog Antarumat Beragama

Tim Editor

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kemenag.go.id)

Jakarta, era.id - Dalam kurang dari sebulan, negeri ini dihadapkan pada persoalan pelik. Sejumlah kekerasan yang menimpa para pemuka agama di berbagai daerah.

Mari kita melihat ke belakang sebentar, kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari penyerangan pada pimpinan Pesantren Alhidayah, KH Umar Bisri bin KH Sukrowi, di Cicalengka, Bandung. Lanjut persekusi biksu Mulyanto Nurhalim di Desa Caringin Legok, Tangerang. Belum lagi penyerangan pada ke Komando Brigade Persatuan Islam (Persis), Ustaz Prawoto, di Bandung. Dan yang terakhir penyerangan di Gereja Santa Lidwina di Sleman.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tegas menyatakan peristiwa kekerasan yang dialami sejumlah pemuka agama jangan dibiarkan. Meski ada pelanggaran, Lukman meminta masyarakat bisa menahan diri dan tidak terprovokasi.

"Peristiwa tindak kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama belakangan ini di beberapa tempat, bahkan terjadi di rumah ibadah, adalah perilaku yang tak bisa dibenarkan sama sekali, atas dasar alasan apapun juga," tulis Lukman lewan pesan singkat Senin (11/02/2018).


Presiden Jokowi saat bertemu pemuka agama di Istana Bogor (Setkab.go.id)

Lukman meminta masyarakat menyerahkan pengusutan kasus-kasus tersebut kepada yang berwajib, jangan bergerak sendiri. Dari sisi Kementerian Agama, Lukman sudah memberi instruksi kepada Kanwil Kemenag untuk membangun dialog antarumat.

"Saya minta Kanwil dan Kankemenag untuk segera berkoordinasi dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) setempat guna mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menguatkan kerukunan umat," tandasnya.

Kementerian Agama diminta Presiden Joko Widodo untuk mensosialisasikan etika kerukunan ummat beragama. Hal itu tertuang enam rumusan Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Etika Kerukunan Antar Umat Beragama yang disepakati di Istana Bogor.

Mari kita jaga kerukunan antarumat beragama (Mia/era.id)

Tag: jaga toleransi

Bagikan: