Curhat Novanto Dalam Rutan KPK
Curhat Novanto Dalam Rutan KPK

Curhat Novanto Dalam Rutan KPK

By Nanda Febrianto | 12 Feb 2018 23:12
Jakarta, era.id - Terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto ditahan KPK pada 19 November 2017. Sejak ditahan di rumah tahanan (rutan) Klas I Jakarta Timur cabang KPK, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku tidak pernah mengalami pengalaman horor. Dia bercerita, selama di tahanan, dia jadi rajin bersih-bersih.

"Kalau di ruang tahanan kita bersihkan. Ya dibacain Al Quran, nanti kita bersihin sendiri, kita lap, jangan sampai kotor. Laba-laba kita bersihkan. Supaya tetap terjaga," ungkap Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin, (12/2/2018).

Novanto kemudian mengungkapkan selama ditahan dia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Bersama rekannya yang terlibat kasus korupsi, Novanto mengikuti kegiatan membaca Al Quran. Setelah itu, antar penghuni lapas silih berganti mencurahkan hati.

"Kebetulan semua bersih, sembahyangnya kuat-kuat,” katanya sambil tersenyum.

"(Tahanan) Menceritakan bagaimana kesusahannya. Ada juga para Bupati. Semua kita percayakan saja sama penyidik dan JPU (Jaksa Penuntut Umum)," lanjutnya. 

Kangen menu favorit

Berada di rumah pesakitan membuat Novanto tidak bisa menikmati menu makan yang disukainya. Dia mengaku kangen dengan rasa gulai kepala ikan kakap. 

Istrinya, Deisti Astriani Tagor mengatakan, akan membawa gulai kepala ikan kakap dari hasil masakannya ketika menjenguk Novanto di Rutan KPK besok, Selasa (13/02/2018). Persidangan Novanto yang bergulir Senin dan Kamis membuat jadwal besuknya berganti menjadi hari Selasa dan Jumat. 

"Lagi pengen kepala ikan (Novanto). Besok nih saya buat kepala ikan,” kata Deisti di Pengadilan Tipikor.

Selain merindukan makanan, Novanto diakui Deisti kangen anak bungsunya. Deisti mengaku Novanto menyimpan foto anaknya di kamar Rutan KPK. Menurut pengakuan Deisti, untuk mengobati rasa rindu Novanto, beberapa kali anak-anak mereka diajak menjenguk ayahnya di tahanan KPK.

“(Kangen) sama semua lah. Cuma kan karena yang kecil masih lucu aja kali ya. Jadi hiburan dia (Novanto) kalau kita ceritain. Kalau pas jenguk. Sampai foto minta dicetakin," ungkap Deisti.

Dalam pengadilan lanjutan kasus korupsi e-KTP yang dijalaninya, Novanto terlihat memiliki gaya rambut lebih rapi. Dia mengungkapkan habis menjalani pangkas rambut di dalam Rutan KPK setelah selama sebulan menumbuhkan rambut. Novanto mengaku cocok dengan potongan rambutnya kali ini.

“Ya ngikutin tukang cukur saja. Mau request juga susah. Ya ini salah satunya, baru kali ini pakai gaya rambut begini," ungkap Novanto.

Mantan Ketua DPR itu diduga merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dari proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Menurut KPK, sewaktu menjabat sebagai  Ketua Fraksi Golkar di DPR  Novanto andil dalam proses pemberian suap dan mengondisikan pemenang lelang terkait proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013 di DPR.

Proses penangkapan

Dijeratnya Novanto bermula saat KPK mendatangi kediaman mantan coverboy Surabaya tersebut di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 15 November 2017. Namun Novanto tidak ditemukan. KPK kemudian memasukan nama Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 16 November 2017.

Kabar Novanto kemudian muncul saat dia melakukan wawancara via telepon dengan televisi swasta. Tak lama, Novanto mengalami tabrakan dan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Jakarta Pusat. 

Menurut KPK, Novanto yang mengalami tabrakan tidak dibawa ke UGD melainkan langsung masuk ke ruang rawat inap kelas VIP. Sebelum terjadinya tabrakan, mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, diduga telah berada di Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk melakukan koordinasi dengan rumah sakit.

 

Tags : setya novanto
Rekomendasi
Tutup