Ombudsman Sebut Novel Tak Kooperatif dengan Polri
Ombudsman Sebut Novel Tak Kooperatif dengan Polri

Ombudsman Sebut Novel Tak Kooperatif dengan Polri

By Moksa Hutasoit | 13 Feb 2018 22:51
Jakarta, era.id - Siapa yang menyiram air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan, masih tanda tanya. Muncul lagi persoalan. Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menyebut Novel tidak kooperatif saat diperiksa penyidik polisi.

"Dari pengakuan polisi, kelihatannya Pak Novel irit bicara. Kalau ditanya berbagai hal selalu bilangnya nanti diserahkan ke TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta). Jadi kesan saya bahwa (Novel) tidak kooperatif," kata Adrianus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/02/2018).

Tidak kooperatifnya Novel terlihat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang didapatkan Ombudsman dari penyidik, ternyata yang sangat tipis. Adrianus tidak tahu mengapa Novel emoh terbuka dengan polisi.

"Dua minggu lalu kami memeriksa penyidik (kasus Novel). Kami diberikan BAP, tapi itu tipis sekali hanya 2 sampai 3 lembar. Mana ada BAP segitu, apalagi kan dia korban. Namanya korban kan ingin curhat agar kasusnya cepat selesai," ucapnya.

Buat Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia ini, polisi sebenarnya sudah serius menangani kasus Novel. Namun, polisi merasa Novel belum percaya dengan kinerja polisi.

"Aneh jadinya kalau Novel tidak percaya (kepada polisi). Tadi Pak Kapolda guyon ke saya, dia bilang telah mengerahkan 160 penyidik sejak kasus ini, siang dan malam mereka dilepaskan jabatan. Andai itu dihitung uang, aduh sudah berapa itu katanya, demi kasus Novel. Dia malah irit bicara dan menyerahkannya ke tim TGPF," paparnya.

10 bulan lalu, Novel Baswedan menjadi korban teror penyiraman air keras setelah dia salat subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Untuk menyembuhkan luka di mata kirinya, Novel dirawat di Singapore General Hospital.

Novel baru saja menjalani operasi mata lanjutan. Kini dia masih harus menjalani pemulihan pascaoperasi yang ditangani dokter ahli dari Inggris di Singapura. Operasi dilakukan dengan cara memindahkan selaput gusi yang telah ditanam di mata sebelumnya. Implan pada selaput yang menutupi area tengah mata yang tumbuh tak sempurna itu kemudian ikut diganti untuk menjaga saluran glaukoma. 

Rekomendasi
Tutup