Nostalgia ala Menteri Basuki untuk Kampus UGM

Tim Editor

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (pu.go.id)

Jakarta, era.id - Kabar gembira buat mahasiswa UGM, apalagi yang ambil jurusan geologi. Kalau studi lapangan di pelosok daerah, enggak perlu pusing lagi cari rumah singgah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan dua Rumah Susun Sewa (Rusunawa) mahasiswa UGM di Kabupaten Sleman dan Klaten, Yogyakarta. Rusunawa pertama ada di Jalan Sendowo, Kabupaten Sleman (Rusunawa UGM Sendowo) selesai akhir 2017. Sedangkan yang kedua, rampung pada 2016 di Desa Bayat, Klaten (Rusunawa UGM Bayat). Rusunawa terakhir diresmikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (17/2) lalu.

"Dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim secara resmi rusun ini kita manfaatkan bersama untuk kepentingan pendidikan. Kepada para mahasiswa dengan adanya fasilitas ini, harapan kami para senior dan alumni, dapat menghasilkan sarjana-sarjana Teknik Geologi yang lebih bermutu daripada kami sebelumnya," kata Menteri Basuki saat itu, seperti dilansir dari situs kementerian PUPR.

Rusunawa ini adalah bagian dari program satu juta rumah Jokowi. Dalam peresmiannya, Menteri Basuki bernostalgia semasa jadi mahasiswa Teknik Geologi UGM. Tahun 1970-an, dia pernah melakukan penelitian di Desa Bayat. Tapi saat itu tinggal di rumah lurah. 


Infografis (Yus/era.id)

Basuki yakin Rusunawa UGM Bayat sangat bermanfaat sebagai 'rumah singgah' mahasiswa Teknik Geologi yang akan melakukan studi lapangan geologi, rata-rata selama tiga pekan hingga 1 bulan. 

"Setahu saya di Indonesia, laboratorium lapangan geologi hanya ada dua yakni di Karangsambung, Kabupaten Kebumen dan Bayat, Kabupaten Klaten," kata Menteri Basuki. 

Rusunawa UGM Bayat telah digunakan mahasiswa UGM dan mahasiswa kampus lainnya. Yang keren, sejumlah mahasiswa luar negeri yang melakukan studi lapangan geologi juga bisa tinggal di sini.



Pembangunan rusunawa tiga lantai ini menelan biaya Rp31,56 miliar dan dikerjakan PT Adhicipta Karya Hernanda dan konsultan Manajemen Konstruksi PT Laras Respati Utama. Pembangunannya dilakukan sejak Maret 2016 dan selesai September 2016. 

Sedangkan Rusunawa UGM Sendowo punya satu tower setinggi tujuh lantai dan punya 180 unit kamar. Bisa menampung 360 orang. Yang menarik, pembangunan dua rusunawa UGM tersebut tidak melibatkan BUMN. Dan ternyata hasilnya tidak kalah mentereng.

"Saya kira ini skornya lebih dari 8. Kebahagiaan saya juga bertambah karena pelaksananya adalah kontraktor bukan BUMN dan ternyata hasilnya pun sangat baik," tutupnya.


 

Bagikan:


REKOMENDASI