Nazaruddin: Tak Ada SBY dan Ibas di Korupsi e-KTP

Tim Editor

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2/2018) (Fitria/era.id)


Jakarta, era.id - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Dia bahkan menepis keterlibatan putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam proyek yang merugikan negara Rp2,3 triliun tersebut. 

‌"Pak SBY itu tidak pernah terlibat (korupsi e-KTP) dan tidak pernah kita di Cikeas itu, seperti yang dibilang Mirwan Amir. Ibas juga tidak terlibat sama sekali. Makanya dari awal tuntutan Pak Irman yang komplet itu tidak ada nama Pak SBY ataupun nama Ibas," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018). 

Nama SBY muncul ketika kuasa hukum Novanto, Firman Wijaya, mempertanyakan kaitan proyek e-KTP dengan pemenangan Pemilu 2009 kepada saksi, Mirwan Amir, yang merupakan mantan Pimpinan Banggar DPR dari Fraksi Demokrat. Mirwan menyebut, kala itu SBY bersikukuh untuk melanjutkan proyek e-KTP, yang sudah ia ketahui bermasalah. 

Kemudian nama Ibas mencuat saat Novanto menuliskan nama putra bungsu SBY itu dalam buku hitam yang ia bawa ke persidangan. Padahal, menurut Nazaruddin, Anas-lah yang justru memiliki keterlibatan besar dalam korupsi e-KTP tersebut. 

"Mas Anas itu selalu membawa nama Demokrat, tapi semuanya untuk kepentingan pribadi," ujar Nazar.

Untuk itu, Nazar meminta Anas untuk jujur terkait sejumlah kasus yang menjeratnya seperti  Wisma Atlet dan e-KTP. 

"Kita harusnya mendorong Mas Anas. Saya akan bangga pada Mas Anas untuk saat ini kalau dia mau jujur. Jujur tentang kesalahan yang dia lakukan di Wisma Atlet, kasus perguruan tinggi, termasuk di e-KTP. Kan kalau berani jujur itu hebat," jelas Nazar.


Nazaruddin bersaksi di sidang lanjutan dugaan korupsi e-KTP terdakwa Setya Novanto, Senin (19/2/2018). (Fitria/era.id)

Ia juga meminta Anas untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan malah membuat pernyataan kontroversial untuk menutupi kebohongannya.

"Mendekatkan diri sama Allah, taubat, daripada dia nyangkal ini, nanti ini digantung di Monas, enggak. Sekarang di e-KTP enggak ngaku," pungkas Nazar.


(Infografis: era.id)

Tag: partai demokrat korupsi e-ktp nazaruddin

Bagikan: