Mencari Si Tuan Untung dalam Teror Ulama

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Selasa (20/2) dini hari, polisi menangkap seorang pria bernama Yayi Haidar Aqua atas dugaan tindak pidana siber. Yayi diduga menjadi dalang atas penyebaran hoaks soal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Parahnya lagi, lewat sebuah akun Facebook bernama Ragil Prayoga Hartajo, Yayi menyebut PKI telah menyiapkan sejumlah pasukan untuk membantai para ulama.

"Tersangka ditangkap karena menyebarkan hoaks yang berisi ujaran kebencian, yaitu ada pasukan PKI mau membantai ulama," kata Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar sebagaimana dilansir Antara, Selasa (20/2).

Kepada polisi, Yayi mengaku motifnya menyebarkan hoaks adalah untuk mengingatkan siswa SMA 1 Sajira, Banten, agar berhati-hati terhadap PKI.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit handphone OPPO F5 beserta  tiga buah kartu sim. Selain itu, handphone OPPO A37 beserta kartu simnya juga disita sebagai barang buti.

Mencari 'Si Tuan Untung'

Yayi dan omong kosongnya jadi pengingat bahwa ancaman hoaks masih jadi ancaman nyata yang harus diperangi bersama. Selain media massa yang harus mengoptimalkan berperan sebagai penjernih informasi, masyarakat juga dituntut lebih cerdas dalam mencerna informasi.

Terlebih di tahun politik, ketika dimensi pertarungan bukan hanya  di darat, tetapi juga di udara melalui pesan berantai di media sosial atau aplikasi percakapan.

Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid mencium adanya pihak yang sengaja merancang skenario untuk memecah belah bangsa. "MUI menduga ada rekayasa jahat yang bertujuan ingin membuat kekacauan dan konflik antar elemen masyarakat dengan memanfaatkan momentum tahun politik," kata Zainut.

Tak jelas siapa pihak yang terus menerus membenturkan isu ulama dengan isu sensitif lain. Namun menurut dia, ada yang sengaja membuat suasana kacau dan penuh ketakutan demi keuntungan politik. 

Untuk itu, MUI meminta aparat keamanan dan intelijen meningkatkan kewaspadaan. "Bersikap tenang, dapat mengendalikan diri dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Zainut.

Tag: berita hoaks jaga toleransi

Bagikan: