Banten dalam Bayang Calon Tunggal

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - KPU daerah sudah merampungkan pembagian nomor urut kepada calon kepala yang akan bertarung pada Pilkada 2018. Daerah yang melaksanakan Pilkada pun sudah memasuki masa kampanye sejak 15 Februari dan akan selesai pada 26 Juni 2018.

Dari hasil verifikasi KPUD, ada 13 dari 171 daerah yang memiliki calon tunggal. Provinsi Banten menjadi wilayah yang paling banyak diisi calon tunggal. Dari empat kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada, tiga di antaranya hanya memiliki satu pasang calon. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Lebak.

Kabupaten Lebak

Iti Octavia menjadi calon tunggal di Pilkada ini. Dia adalah anak kandung dari mantan Bupati Lebak dua periode, Jayabaya. Secara politik, Iti memiliki jabatan strategis sebab dia adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten. 

Selain itu, dia adalah calon petahana yang sebelumnya mendapatkan suara 62,37 persen pada Pilkada 2013. Tapi kemenangannya sempat digagalkan Ketua MK Akil Mochtar.

Kemudian, setelah Akil dan Tubagus Chaeri Wardana jadi terdakwa korupsi sengketa Pilkada Lebak, Iti mendapatkan haknya kembali menjadi jawara di Lebak.

Pada Pilkada 2018, Iti kembali maju. Dia berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Lebak, Ade Sumardi. Selain menjadi calon tunggal, pasangan ini didukung oleh 10 partai politik. Partai tersebut antara lain PDIP, Gerindra, PKS, PKB, Hanura, Nasdem, Golkar, PAN, PPP, dan Demokrat.

Kabupaten Tangerang

Ahmad Zaki Iskandar merupakan petahana Bupati Tangerang pada Pilkada 2018. Dia yang berpasangan dengan HM Romli mendapatkan dukungan penuh dari seluruh partai, mulai dari Gerindra, PKPI, PBB, Hanura, PPP, PAN, Golkar, PDIP, PKS, PKB, Nasdem, dan Demokrat. 

Pada Pilkada 2013, dia menjadi juara setelah mendapatkan suara 55 persen. Kemenangannya berkah dari sang Ayah yang merupakan Bupati Tangerang sebelumnya, Ismet Iskandar.

Kota Tangerang

Calon tunggal Pilkada Kota Tangerang 2018, Arief Wismansyah-Sachrudin juga mendapatkan dukungan semua partai yang ada di parlemen dan dua partai non parlemen. Partai tersebut antara lain PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, PAN, PPP, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Golkar. Sedangan untuk partai non parlemen, pasangan ini didukung oleh Perindo dan PSI.

Arief Wismansyah-Sachrudin adalah pasangan petahana Wali Kota-Wakil Wali Kota Tangerang periode 2013-2018. Kedua sosok tersebut berasal dari partai yang sama, yaitu Partai Demokrat.


(Ilustrasi: era.id)

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggrani mengatakan fenomena calon tunggal adalah sebuah anomali. Sebab ini terjadi di tengah kompetisi yang sangat kompetitif.

"Anomali karena terjadi di tengah kompetisi yang sangat kompetitif yang mestinya partai perlu menunjukan eksistensinya sebagai partai peserta pemilu menuju 2019," kata Titi saat ditemui di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Titi menuturkan faktor munculnya calon tunggal dipengaruhi banyak hal, seperti kaderisasi yang stagnan dan pragmatisme partai. Tapi yang menjadi fakta, kebanyakan calon tunggal adalah petahana. 

"Karena petahana elektabilitasnya tinggi partai politik berhitung ala pedagang. Daripada memajukan kader, kadernya tidak punya popularitas yang baik, rugi secara pendanaan. Lebih baik mereka mengusung calon yang populeritas elektabiktasnya tinggi mendapatkan konsensi politik, insentif politik, dan dana bisa disimpan untuk pemenangan 2019," tuturnya.

"Jadi aspek pragmatisme lebih dominan, ditambah stagnansi kaderisasi yang berlangsung di partai politik," tambahnya.

Selain tiga wilayah di Banten tadi, masih ada 10 daerah yang diikuti calon tunggal pada Pilkada 2018 nanti. Di antaranya, Kota Prabumulih, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapin, Kabupaten Mamasa, Kota Tanggerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Mamberamo Tengah.

Tag: pilkada 2018 calon tunggal

Bagikan: