Menurut Ale, kurangnya pelibatan pelaku kreatif membuat mereka cenderung cuek pada aktivitas politik. Padahal, seharusnya ada ruang dialog antara pemerintah dan pelaku kreatif itu.
Dalam bincang-bincang tersebut, hadir juga Anwar Jimpe, kurator Tanah Indie. Menurut Jimpe, ada logika yang tak sinkron antara politisi dan pelaku kreatif, karena anak muda hanya dilihat sebagai umpan untuk menggaet pemilih.
Dalam hal itu, dia menilai anak muda menjadi objek transaksional yang cenderung dieksploitasi. Hal ini yang kemudian membuat partisipasi anak muda belum maksimal setiap penyelenggaraan pemilu. Penasaran apa aja yang diobrolin? Langsung tonton videonya ya!