Mungkinkah Jokowi Tergoda Agus Yudhoyono?

Tim Editor

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Yudhoyono. (Adit/era.id)

Jakarta, era.id - Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3) kemarin.

Dia mengaku cuma memberikan undangan Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat yang mau digelar di Sentul, Bogor, 10-11 Maret nanti. Agus Yudhoyono juga bilang, pertemuan di Istana tidak membahas soal capres dan cawapres dan koalisi untuk Pemilu 2019.

Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini sudah melakukan safari politik ke beberapa tokoh. Sebelum ke tempat Jokowi, Agus datang ke Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada 1 Maret. Tujuannya sama, memberikan undangan Rapimnas Partai Demokrat.

Menurut pengamat politik dari UNJ, Adi Prayitno, ada dua hal yang bisa dicerna dari pertemuan Agus Yudhoyono dan Jokowi. Yaitu, mencari perhatian Jokowi untuk digandeng sebagai mitranya, atau izin membentuk poros baru. Saat ini, polarisasi dukungan baru muncul dua poros, Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Saya membaca dua hal itu kenapa Agus Yudhoyono beberapa kali datang bertemu Jokowi di Istana," kata Adi dihubungi era.id, Jakarta, Selasa (6/3/2018).


(Ilustrasi/era.id)

Lebih jauh, Adi menilai, opsi pertama tidak akan terwujud. Sebab, jika Jokowi tergoda dengan Agus, itu akan membuat koalisi pendukung Jokowi kelabakan. Apalagi, partai pendukung itu mulai rebutan jadi pendamping Jokowi.

Saat ini, Jokowi sudah didukung lima partai di parlemen, yaitu PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura. Serta, tiga partai di luar parlemen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). 

"Kalau Demokrat berusaha mencaplok posisi orang nomor dua Jokowi ini yang akan mengganggu kondisi batin partai politik yang sudah confirmed, karena partai-partai yang lain sudah ancang-ancang menunggu takdir," ujar dia.

Yang paling memungkinkan, kata Adi, Agus bertemu Jokowi untuk meminta izin membuat poros baru. Tanpa Gerindra dan PKS, maka Demokrat bisa membentuk poros baru bersama PKB dan PAN.

Ketika poros ini terbentuk, maka Pemilu akan berjalan panjang sampai dua putaran. Sebab, dengan tiga poros tadi, sulit untuk pasangan calon mendapatkan 50 persen lebih suara. Ini juga akan mengkhawatirkan buat Jokowi.

"Meskipun Pak Jokowi kuat kalau dipaksa main dua putaran staminanya akan terkuras. Tapi ini akan jauh lebih dinamis," kata dia.


(Infografis/era.id)

Pada Selasa siang, Agus menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk memberikan undangan menghadiri Rapimnas Demokrat di Sentul, 10-11 Maret 2018. Dalam pertemuan itu, Agus menyampaikan pesan dari SBY yang mendoakan Jokowi selalu sehat sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Kedatangan Agus ke Istana itu bukan kali pertama. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2017, Agus ke Istana Merdeka dengan maksud bertemu Jokowi yang ditemani Gibran Rakabuming. Agus mengatakan, kedatangannya itu untuk meminta doa dan wejangan dari Jokowi terkait pembukaan The Yudhoyono Institute.

Tag: agus yudhoyono strategi agus yudhoyono

Bagikan: