Teori Hoaks ala Politikus
Teori Hoaks ala Politikus

Teori Hoaks ala Politikus

By Yudhistira Dwi Putra | 08 Mar 2018 14:00
Jakarta, era.id - Maraknya sebaran hoaks turut ditanggapi kalangan politikus. Pasalnya, sejumlah teori dan penelitian menyebut konflik politik sebagai salah satu sumber utama yang memicu terciptanya hoaks.

Hal itu juga diungkap oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni lewat kicauannya di Twitter. Antoni memandang, kebanyakan hoaks di Indonesia turut dipicu kondisi politik Indonesia, di mana jumlah partai oposisi yang dapat dipercaya berjumlah terlalu sedikit. Dan mereka --oposisi-- dinilai gagal menawarkan kebijakan alternatif.

Kicauan yang diposting pada Rabu (7/3) itu telah diganjar dengan 1.743 like dan telah di-retweet 2.822 kali. 

 

Teori Hoaks Demokrat

Antoni boleh saja menyampaikan pandangan tersebut. Namun, Partai Demokrat punya teori sendiri. Demokrat berpandangan, hoaks muncul bukan karena politik, apalagi dipicu buruknya kinerja parpol. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf justru menyebut perkembangan teknologi dan media sosial adalah sebenar-benarnya pemicu penyebaran hoaks.

"Saya kira masalah hoaks bukan masalah partai politik, tapi masalah media sosial. Bagaimana kita harus menyikapi ini dengan memberikan rambu-rambu dan penegakan hukum yang berkeadilan," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Soal kritik terhadap partai oposisi, Nurhayati menyebut Demokrat punya cara asyik untuk menempatkan diri dalam konstelasi politik saat ini. Demokrat tak mau menempatkan diri sebagai oposisi. Mereka lebih senang menyebut partai penentu yang jadi penyeimbang.

"Demokrat tidak menempatkan diri sebagai partai oposisi, tapi lebih menempatkan diri pada partai penentu. Artinya kita penyeimbang, mana yang baik kita ikut untuk rakyat," tuturnya.

Rekomendasi
Tutup