Setelah Rapimnas, Demokrat akan Temui PAN dan PKB

| 11 Mar 2018 18:17
Setelah Rapimnas, Demokrat akan Temui PAN dan PKB
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan. (Tasya/era.id)
Bogor, era.id - Partai Demokrat terus menimbang langkah politik yang akan diambil menghadapi Pemilu 2019. Mereka mulai gencar melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Termasuk dengan partai yang digadang-gadang bakal menciptakan poros baru di Pemilu 2019, yaitu PAN dan PKB.

Bahkan, pertemuan tiga partai tadi bakal digelar setelah Partai Demokrat melangsungkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 11-12 Maret di 

Sentul International Convention Center (SICC).

"Ya komunikasi politik itu terus jalan. Saya dan teman-teman memimpinnya dalam waktu dekat. Selepas Rapimnas ini, kami akan bertemu lagi. Habis Rapimnas," kata Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan di SICC, Sentul, Jawa Barat, Minggu, (11/3/2018).

Hinca menyebut, komunikasi politik antar partai tadi akan membicarakan hal terbaik untuk negeri. Sehingga, apapun keputusannya, yang penting komunikasi antara mereka tetap berjalan lancar dan baik.

"Sinyal mereka cukup baik. Karena itu, kami nanti akan komunikasi lagi. Sekarang saya lagi tektokan sama dia," katanya.

"Kan kalau orang bijak mengatakan, lambat ada yang ditunggu, cepat ada yang dikejar," ungkapnya.

Sebelumnya, isu kemunculan poros baru di Pemilu 2019 terus berembus. Pembentukan poros ini muncul setelah sejumlah elite Partai Demokrat, PAN dan PKB melakukan pertemuan di sebuah restoran di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. 

Poros ketiga ini mewacanakan menghadirkan calon baru, selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang bilang Rapimnas ini bakal membahas pertemuan Demokrat dengan sejumlah partai, termasuk PKB dan PAN tadi. Namun, rapimnas ini tidak membahas wacana poros ketiga tadi.

"Ya tentu komunikasi politik tidak putus gitu ya. Meskipun ending-nya nanti seperti apa ya itu kan sekali lagi mengulang-ngulang, yaitu tergantung bagaimana dinamika politik yang terjadi," ucap Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Rekomendasi