Tiga Kecamatan di Kabupaten Bandung Masih Kebanjiran

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat, (23/2/2018) (Foto : Arie Nugraha)

Bandung, era.id - Lebih dari setengah bulan, banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir ini terjadi akibat limpasan air dari Sungai Anak Citarum itu pada 19 Februari 2018. 

Dari rangkaian itu, yang terparah terjadi pada 22 Februari 2018. Kala itu, banjir membuat 30 ribu warga mengungsi dari enam kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Majalaya, Paseh, Ibun, Solokan Jeruk, dan Rancaekek terdampak bencana banjir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, usai mengalami pasang surut air, kini tinggal tiga kecamatan yang masih terdampak banjir yaitu Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. 

Sementara jumlah pengungsi, kini tinggal 2.222 orang terdiri dari 206 lansia, 202 balita, 19 ibu hamil, 197 anak dan 62 ibu menyusui.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Akhmad Djohara, bangunan yang terendam mencapai 6.412 unit yang terdiri dari 6.361 rumah, 7 gedung sekolah, 8 gedung fasilitas umum dan tempat ibadah 36 gedung. 

Masih banyaknya jumlah pengungsi dan bangunan terendam kata Akhmad Djohara dipicu oleh turunnya hujan yang terus menerus beberapa hari terakhir ini.

"Curah hujan yang sangat tinggi dari sore sampai malam di Wilayah Kota Bandung dan Wilayah Kabupaten Bandung sehingga Sungai Cikapundung, Sungai Cusangkuy dan Sungai Citarum meluap ke pemukiman," kata Akhmad Djohara, Bandung, Selasa, (13/3/2018).


(Foto: Arie Nugraha)

Djohara menambahkan, ketinggian air di tiga kecamatan Kabupaten Bandung yang masih terendam bervariasi. Untuk di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot ketinggian air mencapai 10-160 sentimeter, sedang di Kecamatan Bojongsoang dikisaran 40-130 sentimeter, dan di Jalan Cijagra-Bojongsoang sudah surut.

Djohara menyebutkan otoritasnya telah mengaktifkan posko penanggulangan bencana yang bertempat di Kecamatan 
Baleendah. Selain itu, anggota BPBD setempat juga melakukan penyisiran dan pendataan secara berkala ke lokasi titik banjir.

"BPBD Bersama MRI melakukan evakuasi warga, sementara dari Dinsos memberikan logistik ke wilayah yang terkena dampak bencana," ujar Djohara.

Sementara itu Ketua Barudak Baraya Cisangkuy Citarum (B2C2) Edi Yusup mengatakan ketinggian air di Jalan Raya Banjaran, Kampung Jambatan RW 09 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih dikisaran angka 30 - 100 centimeter. Berdasarkan pantauannya, warga masih menggunakan perahu untuk melakukan aktivitasnya. (Arie Nugraha)

Tag: banjir

Bagikan: