Bos <i>Startup</i> Berpeluang Jadi Cawapres
Bos <i>Startup</i> Berpeluang Jadi Cawapres

Bos Startup Berpeluang Jadi Cawapres

By Wahyu Lilik | 17 Mar 2018 11:05
Jakarta, era.idBermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Pidato Soekarno ini sering dikutip oleh Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya, di berbagai acara saat dia menjadi pembicara.

Dia sangat mengagumi visi pendiri bangsa Indonesia ini. Seperti Soekarno, William juga memiliki mimpi yang besar dalam membangun karirnya. Siapa sangka, pemuda dari Pematang Siantar, yang saat kuliah menyambi jadi penjaga warnet ini sekarang memimpin perusahaan dengan valuasi 14 triliun rupiah? Tokopedia bersama Gojek, Traveloka dan Bukalapak menjadi unicorn, yang menjadi disruptor ekonomi.  Istilah disruptor merujuk kepada orang-orang yang merusak tatanan nilai-nilai lama dengan hal-hal yang baru

Profesor Rhenald Kasali, penulis buku Disruption menyatakan dunia kini tengah bertransisi menuju perubahan yang begitu cepat. Hampir semua industri bertarung menghadapi lawan-lawan baru yang masuk tanpa mengikuti pola yang selama ini dikenal. Mereka bahkan tidak terlihat, tapi tahu-tahu menjadi sangat besar.

Para orang lama tidak bisa mendeteksi karena lawan-lawan tersebut berada di luar jangkauan radar mereka. Bahkan lawan yang tiba-tiba muncul ini langsung masuk ke rumah-rumah konsumen, dari pintu ke pintu, secara online, dan melalui smartphone.

Para incumbent tadi kesulitan menjawab tantangan disruption, di antaranya karena pengambilan keputusan sangat lambat, sudah nyaman dengan model bisnis yang ada, khawatir bisnisnya terkanibalisai inovasi yang dibuat sendiri, margin yang lebih rendah saat transisi dan sumber daya yang dialokasikan tidak selaras dengan kesempatan.

Disrupsi di dunia bisnis bisa saja terjadi di dunia politik. Sebab, tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Pertanyaanya, apakah para disruptor ekonomi ini bisa menjadi disruptor politik? Menurut pengamat politik Djayadi Hanan, ada tiga alasan bagi calon presiden memilih pasangannya, yaitu alasan politik, teknokratis dan The Next National Leader yang akan memimpin era digital 4.0. 

Ingin tahu lebih jelas? yuk saksikan videonya.

Rekomendasi
Tutup