Earth Hour, Pemprov Jakarta Menghemat Rp249 juta

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta,era.id - Pemprov DKI Jakarta melakukan pemadaman listrik di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (24/3/2018). Kegiatan ini dilakukan pada pukul 20.30-21.30 WIB dalam rangka mengampanyekan Earth Hour 2018. 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kampanye Earth Hour tahun ini membuat penghematan energi listrik yang signifikan. Pada laporan dari Dinas Energi DKI Jakarta sebelumnya, selama Earth Hour menghemat hingga 10 persen tiap tahunnya. Pada 2016 lalu penghematan listrik mencapai 148 MW atau setara dengan Rp 167 juta, sedangkan tahun 2017 penghematan mencapai 157 MW atau setara dengan Rp172 juta. 

"2018 penghematan energi 169,99 MW, pengehematan biaya Rp249 juta dan reduksi gas rumah kaca mencapai 122 ton," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018). 

Anies menyampaikan apresiasi kepada World Wild Fund (WWF) yang terus konsisten dalam mengkampanyekan Earth Hour. Dia berharap kerja sama ini bisa terus dilakukan.

WWF adalah lembaga yang paling aktif melakukan kampanye ini. Kampanye Earth Hour berawal dari kolaborasi antara WWF dan Australia, Fairfax media, dan Leo Burnet untuk mengurangi gas rumah kaca di Sydney, Australia sebanyak 5 persen pada tahun 2007. 

Kolaborasi ini dimulai tahun 2004, saat itu WWF Australia mengadakan pertemuan dengan sebuah biro iklan, Leo Burnet untuk membicarakan solusi untuk menanggulangi masalah perubahan iklim yang semakin parah dan cara melibatkan warga Australia dalam kampanye ini.

Tahun 2005, mereka mengembangkan sebuah konsep yang diberi nama The Big Flick. Inilah cikal bakal dari konsep Earth Hour. Tahun 2006, konsep ini kemudian diterapkan pada Fairfax media yang mendukung kegiatan tersebut. Akhirnya Earth Hour pertama dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2007. Setelah itu, bulan Maret tahun berikutnya Earth Hour terus dilaksanakan sampai saat ini.

Adapun mengapa perayaan Earth Hour selalu diadakan di akhir bulan Maret. Sebab, di waktu itu sebagian besar negara di seluruh belahan dunia mengalami pergantian musim sehingga suhunya cukup nyaman jika pendingin maupun pemanas ruangan dimatikan sejenak selama Earth Hour. Sehingga selama kampanye ini dilakukan, tidak akan ada yang kedinginan atau kepanasan. Alasan lainnya, karena sebagian besar negara di seluruh belahan dunia sudah cukup gelap sekitar pukul 20.30-21.30 sehingga efek pemadaman lampu saat Earth Hour lebih terasa.

Yang menarik, dalam lambang Earth Hour terdapat tulisan 60+, artinya 60 menit waktu yang digunakan untuk berpartisipasi dalam kampanye ini. Tanda "+" baru ditambahkan sejak 2011. Tanda ini berarti pemadaman listrik itu tidak hanya dilakukan selama satu jam, tapi seterusnya setelah kampanye ini selesai. 

Tag: mari hemat listrik 100 hari anies-sandi kepemimpinan anies-sandi

Bagikan: