Pelantikan Soeharto dan Dimulainya Orde Baru

Tim Editor

    Pelantikan Soeharto (Foto: ANRI)

    Jakarta, era.id - Nawaksara, lembar pertanggungjawaban yang dimiliki Soekarno sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari MPRS. Penolakan tersebut menandakan hilangnya kekuasaan Presiden pertama RI yang diikuti pemberian mandat kepada Soeharto sebagai penjabat presiden (mandataris).

    Dengan terpilihnya Soeharto, transisi pemerintah kian terlihat jelas. Walaupun Soeharto memiliki mandat kuat untuk mengatur stabilitas keamanan melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), tetapi keputusan resmi tampuk kekuasaan masih belum bisa ia dapatkan.

    Pada akhirnya, 50 tahun yang lalu, (27/3/1968), Soeharto meraih tampuk kekuasaan setelah berhasil meyakinkan dukungan MPRS melalui Tap MPRS No. XVIV/MPRS/1968. Pelantikan yang dipimpin Ketua MPRS Jenderal A.H Nasution juga menetapkan Soeharto tidak didampingi wakil presiden.

    Baca Juga : Benarkah Bung Karno Ditodong Pistol?

    Terpilihnya Soeharto sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia juga menandai dimulainya rezim Orde Baru selama 32 tahun. Rezim terlama dalam sejarah RI tersebut ditandai dengan penguatan pembinaan bangsa yang fokus menggerakkan ekonomi pasca-inflasi besar-besaran dan penataan sistem politik yang menunjang pembangunan ekonomi.

    Baca Juga : Apa Iya Penak Jamanku Tho?

    Soeharto merupakan tokoh militer Indonesia yang kariernya melesat cepat. Berbagai jabatan dia pegang, seperti Komandan Wehkreise III pada Agresi Militer Belanda II, elite militer pada peristiwa Ganyang Malaysia, hingga Panglima Komando Mandala saat Operasi Pembebeasan Irian Barat.

    Baca Juga : Orde Baru Bangkit?

    Tag: dunia hari ini orde baru

    Bagikan :