Ibu Kota Berhenti Membangun Taman

Tim Editor

RPTRA (Foto: Yohanes/era.id)

Jakarta, era.id - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghapus anggaran pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada 2019 mendatang memicu perdebatan.

Masyarakat merasa kehadiran RPTRA memberi banyak dampak positif bagi kehidupan mereka. Bagi mereka, RPTRA bukan cuma tempat singgah, tapi oase di tengah padatnya Ibu Kota.

Di sisi lain, pemprov merasa mereka telah membangun cukup RPTRA selama ini. Selain itu, menurut mereka, Jakarta kekurangan lahan buat bangun RPTRA lain, cuy!

Buat jawab hal itu, coba kita tengok data. Menurut hasil riset tim era.id, saat ini telah tersedia 292 RPTRA di seluruh DKI Jakarta. Jumlah tersebut, nyatanya telah melebihi jumlah kelurahan di DKI Jakarta, yakni 267.

Seluruh RPTRA itu tersebar di enam wilayah administrasi Ibu Kota; Jakarta Pusat di 45 lokasi, Jakarta Utara 65 lokasi, Jakarta Barat (56), Jakarta Selatan (60), Jakarta Timur (59) dan Kepulauan Seribu (7).

Baca: Kenapa Pembangunan RPTRA Dihentikan?


Infografis (Sumber: Twitter/JSCLounge)


Reaksi masyarakat

Siang tadi, era.id mengunjungi RPTRA di Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Di sana, kami berbincang dengan sejumlah masyarakat terkait hal ini. Kebanyakan mereka yang kami temui terpantau sedang menikmati suasana sejuk RPTRA. Selain itu, terlihat juga anak-anak yang asyik bermain di bawah rimbunan pohon yang ditanam di seluruh RPTRA.

Mahrum (45), warga Tanah Sereal, Tambora Jakarta Barat kecewa dengan rencana pemprov menghentikan anggaran RPTRA. "Kalau bisa jangan dihapus, Pak. Soalnya tempat seperti ini kan jarang Pak di Jakarta," kata Mahrum.

Mahrum yang mengaku hampir tiga kali seminggu mampir ke RPTRA Krendang untuk menemani anaknya bermain ini, bahkan meminta pemerintah memperbaiki segala fasilitas dan sarana umum di sana.




Suasana RPTRA Krendang (Foto-foto: Yohanes/era.id)

Warga lainnya, Ayu (29) mengaku masih menikmati fasilitas di RPTRA Krendang. Seperti Mahrum, Ayu juga minta Anies-Sandi menambah fasilitas permainan di RPTRA Krendang.

"Wah sayang banget ya. Kita juga masih menikmati fasilitas di sini ... Justru kalau bisa ditambah permainannya. Karena kan di sini padat juga (perumahannya). Bagus juga sih di sini," kata Ayu.

Sementara itu, Denas Rudin, Koordinator Sarana dan Prasarana RPTRA Krendang mengaku belum mendapat informasi resmi dari pemprov atau otoritas terkait lain soal rencana penutupan ini.

"Kalau dengar kabarnya sih sudah, secara lisan. Tapi belum dapat informasi dari Kelurahan. Kita sih menyerahkan ke pemerintah saja. Kami yakin pasti ada solusi dari pemerintah. Intinya kita bekerja dari hati" kata Denas.

Lebih lanjut, Denas mengatakan, sebelum RPTRA dibangun, anak-anak enggak punya tempat bermain yang baik dan aman. "Awalnya sebelum ada RPTRA ini, adik-adik kita bermain di jalanan sehingga sangat membahayakan. Kita bersyukur sejak adanya RPTRA, mereka bisa bermain di sini," jelas Denas.

Tag: rptra kok disetop

Bagikan: