Beredar Foto Tentara Uthmaniyah Turki Bersenjata Lengkap Sudah Berada di Masjid Aqsa, Cek Faktanya

| 16 May 2021 10:10
Beredar Foto Tentara Uthmaniyah Turki Bersenjata Lengkap Sudah Berada di Masjid Aqsa, Cek Faktanya
Hoaks tentara Turki berada di Masjid Al-Aqsa. (Foto: Istimewa)

ERA.id - Beredar sebuah foto di media sosial yang diklaim sebagai tentara Uthmaniyah Turki sudah berada di Masjid Al-Aqsa, Palestina. 

Dilihat ERA.id pada foto yang beredar terlihat sejumlah tentara bersenjata lengkap berdiri dengan latar belakang Dome of The Rock (Kubah Batu) yakni sebuah bangunan berkubah emas di kompleks Al-Aqsa.

Beberapa di antara mereka juga tampak memegang bendera Turki, yang bergambar bulan sabit berwarna putih dan bintang putih pada sebuah latar belakang berwarna merah. 

"Tentera Uthmaniyah Turki sudah berada di Masjid Aqsa. Ya Allah kurniakan kemenangan kpd Tentera Islam. Aamiin," tulis akun Facebook bernama New Doremon Xii.

Namun, setelah ditelusuri, dilansir laman turnbackhoax.id, foto tersebut merupakan hasil suntingan atau termasuk konten yang dimanipulasi.

Faktanya, foto FSA (Free Syrian Army) yang disunting adalah ketika mengambil kendali penuh atas Kota Afrin, Suriah, pada tahun 2018 lalu.

Salah satu sumber foto ASLI, Anadolu Agency pada 18 Maret 2018 mengatakan, "Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada hari Minggu mengambil kendali penuh atas pusat kota Afrin di barat laut Suriah, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada hari Minggu."

Tentara Turki berdiri dalam bentuk bulan sabit di pusat kota setelah Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengambil kendali penuh atas Afrin di barat laut Suriah dalam "Operasi Cabang Zaitun" pada 18 Maret 2018. 

"Kota Afrin pusat sepenuhnya dikendalikan pada pukul 8.30 pagi," kata Erdogan dalam pidatonya pada upacara peringatan 103 tahun Kampanye Gallipoli. Pasukan memasuki pusat kota dari sisi timur, barat dan utara. 

Di pintu masuk, beberapa ranjau yang ditempatkan oleh teroris di titik masuk distrik meledak saat pejuang FSA maju ke pusat kota, itu diketahui. Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi warga Suriah dari kekejaman dan penindasan teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pertahanan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya. 

Rekomendasi