Gerindra dan PKS Enggak Kompak Soal #2019GantiPresiden

Tim Editor

Presiden Jokowi (setneg.go.id)

Jakarta, era.id - Kemunculan kampanye #2019GantiPresiden sebagai balasan dari kampanye #JokowiDuaPeriode telah ditanggapi langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara Konvensi Nasional 2018 di Puri Begawan, Kota Bogor, beberapa waktu lalu, Jokowi sempat menyindir kampanye yang menyeret nama dan jabatannya itu.
 


“Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #2019gantipresiden di kaus ... Kalau rakyat berkehendak bisa. Masak pakai kaos itu bisa ganti presiden? Enggak bisa,” ujar Jokowi.

Menurutmu, bagaimana tanggapan Jokowi itu? Apa terlihat santai? Atau justru Jokowi terlihat baper karena kampanye itu? Mungkin saja, lho cara kita menangkap tanggapan Jokowi itu berbeda.

Jangankan kita, PKS dan Partai Gerindra yang jadi motor penggerak kampanye ini saja berbeda pandangan dalam melihat tanggapan Jokowi.


Ilustrasi "Counter Attack Jokowi" (Wicky Firdaus/era.id)


Beda Partai Gerindra dan PKS

Ketua DPP Partai Gerindra bidang Advokasi dan Hukum, Habiburokhman mengomentari tanggapan Jokowi dalam Konvensi Nasional di Puri Begawan itu. Habiburokhman menilai tanggapan Jokowi sejatinya mengesankan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu terpancing dengan kampanye #2019GantiPresiden.

Menurut Habiburokhman, Jokowi seharusnya santai saja menanggapi kampanye yang dibentuk. Habiburokhman minta Jokowi sadar diri, menerima bahwa pro dan kontra pasti ada dalam setiap pemerintahan. Lagipula, buat Habiburokhman, kampanye itu merupakan sebuah wujud kebebasan berpendapat.

“Saya pikir biasa aja keles yang begituan pakai tagar 2019 ganti presiden,” tutur Habiburokhman di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/4/2018).

“Jadi, Pak Jokowi saya harap enggak baper lah. Tentu ada masyarakat yang mendukung beliau, tapi juga ada masyarakat yang tidak mendukung beliau,” tuturnya.

Beda Habiburokhman, beda pula Presiden PKS, Sohibul Iman. Jika menurut Habiburokhman Jokowi terlalu emosional menanggapi kampanye #2019GantiPresiden, Sohibul justru berpendapat sebaliknya.

Menurut Sohibul, Jokowi cukup santai menanggapi kampanye tersebut. "Beliau kan mengatakan, 'masak kaus bisa ganti presiden?' Itu adalah sebuah tanggapan yang rileks, saya kira bagus karena gerakan ganti presiden itu adalah gerakan yang normal dalam demokrasi, bukan sebuah kejahatan," kata Sohibul Iman ditemui di kesempatan berbeda.

Sohibul menyebut kampanye yang digencarkan belakangan sebagai hal yang wajar. Karenanya, ia meminta seluruh pihak menghargai proses demokrasi yang tengah dilakukan relawan PKS itu.

"Saya kira ini berarti masyarakat ingin adanya perubahan. Nah, untuk itu sikap bijak dari presiden adalah harus bisa membaca itu, artinya ada ketidakpuasan dari Pak Jokowi. Saya kira seperti itu saja, jadi enggak ada hal-hal yang istimewa," jelasnya.

Tag: pemilu 2019 jokowi

Bagikan: