Poros Ketiga Dinilai Sebatas Wacana

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Wacana poros ketiga masih terus jadi bahan pembicaraan. Poros koalisi ini akan dibentuk oleh PAN, PKB, dan Partai Demokrat.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Adi Prayitno, menilai poros ketiga hanya rumor. Sebab pembentukan poros itu hanya akan terjadi jika memiliki tokoh kuat untuk menyaingi Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Itu mah gosip saja, kan poros ketiga itu sebenarnya manuver dari sejumlah partai yang tidak bisa merapat ke Jokowi. Siapakah aktornya? Demokrat dan PKB, dua partai ini memiliki hasrat untuk bergabung ke Jokowi cuma diambangin saja," ujar Adi kepada era.id, Selasa (10/4/2018).

Menurut Adi, wacana membentuk poros ketiga digulirkan untuk meningkatkan daya tawar partai politik yang ujungnya bakal merapat bersama pendukung Jokowi.

"Itu cuma plan B, tetapi target utamanya memang mereka ingin merapat ke Jokowi," lanjutnya.

Kendati demikian, jika salah satu dari tiga partai tersebut memutuskan hengkang dan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, maka poros ketiga tidak akan mungkin terbuntuk karena tidak memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden.

"Karena presidential threshold 20 persen. Harus tiga partai karena suara PKB dan Demokrat tidak sampai 113 kursi, tetap harus ada tambahan satu partai politik lain meskipun bukan PAN," ujarnya.

Ditambahkan Adi, bila akhirnya poros ketiga tetap terbentuk tentu akan menimbulkan konflik baru. Sebab, ketiga partai itu memiliki figur yang ingin dicalonkan sebagai capres maupun cawapres.

"Iya poros ketiga ini sejak awal konflik hati juga, karena ketiga partai tersebut memiliki tokoh yang akan diusung yang dianggap memiliki kapasitas dan kompetensi yang sama, elektabilitas AHY hampir sama dengan Cak Imin, dan Cak Imin sama dengan Zulkifli Hasan jadi penentuan orang nomor satu siapa capres dan cawapresnya itu juga jadi dinamika tersendiri," ungkapnya.

Baca Juga : Poros Ketiga Perlu Keajaiban

Tag: pilpres 2019 pkb poros ketiga

Bagikan: