Rakornas Gerindra Dijaga Ketat, Ada Apa Sih?
Rakornas Gerindra Dijaga Ketat, Ada Apa Sih?

Rakornas Gerindra Dijaga Ketat, Ada Apa Sih?

By Aditya Fajar | 11 Apr 2018 11:18
Bogor, era.id - Partai Gerindra menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Rakornas digelar untuk membahas berbagai isu politik, khususnya terkait Pilpres 2019 dan figur yang akan diusung menjadi calon presiden.

"Agenda ini kan nanti menanyakan kepada Pak Prabowo gimana ketersediaannya (di Pilpres 2019)," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan, kepada era.id, di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018).

Menurut Heri, kader partainya meyakini Prabowo bersedia kembali menjadi capres pada pemilu tahun depan. Namun, terkait dengan siapakah sosok pendamping Prabowo nantinya, kata Heri, hal tersebut masih dalam pembahasan. 

"Kita di Gerindra maunya Pak Prabowo maju, pasti mau," ujarnya.

Rakornas Partai Gerindra ini berlangsung tertutup untuk awak media. Bahkan untuk mencapai lokasi acara di Padepokan Garudayaksa Hambalang, para kader Gerindra harus memarkirkan kendaraan pribadinya di pos pemeriksaan awal yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi rakornas.

Sejumlah tokoh eksternal hadir, di antaranya Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga : Ngotot Uusung Praboso Demi Amankan Pileg?

(penjual kacamata di rakornas gerindra)

Nah dilihat era.id di lokasi, para kader Partai Gerindra ini diantar dengan angkutan umum yang telah disewa untuk menuju lokasi acara. Namun banyak juga kader Partai Gerindra yang memilih berjalan kaki dari parkiran ke lokasi rakornas meski perlu waktu sekitar 30 menit.

Menariknya, dalam perjalanan itu, setiap kader yang hadir ditanyakan asal DPW dan DPC-nya, katanya untuk menghindari tamu selain kader Partai Gerindra.

Baca Juga : Prabowo Harap-harap Cemas

Rakornas berlangsung tertutup dan penjagaan ketat satgas internal Partai Gerindra sejak titik awal pos dan sepanjang jalan menuju pusat acara. Awak media tak diperkenankan meliput, namun lucunya banyak penjual kacamata yang menawarkan dagangannya kepada kader yang lalu lalang. Lho, kok gitu ya?

Jadi makin penasaran apa sih yang bakal disampein Pak Prabowo dalam rakornas sampai-sampai wartawan dilarang meliput dan akses dijaga ketat?

Infografis elektabilitas capres (Yuswandi/era.id)

Rekomendasi
Tutup