Jokowi-Prabowo Bisa Akhiri Konfrontasi Pendukung

Tim Editor

Prabowo Subianto bertemu Joko Widodo di Jakarta pada 17 Nov 2016 (Foto: Setkab.go.id)

Jakarta, era.id - Bakal calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi) pernah menawarkan posisi cawapres untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ajakan Jokowi kepada Prabowo di Pilpres 2019 bisa dimaknai sebagai upaya mengakhiri konfrontasi di level para pendukung mereka.

"Ajakan ke Prabowo itu untuk mengakhiri konfrontasi di level pendukung masing-masing. Meski secara alamiah konfrontasi akan selalu niscaya terjadi sebagai bagian dinamika demokrasi," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Adi Prayitno ketika dihubungi era.id, Minggu (15/4/2018). 

Sekalipun Prabowo maju sebagai wakil Jokowi, pasti ada saja pihak yang tak puas ke Jokowi. Kendati demikian, jika keduanya maju bersama tentu akan menjadi kemenangan yang mudah. Soalnya, merujuk pada berbagai survei, hanya Prabowo yang bisa menjadi batu sandungan Jokowi di pilpres 2019.

"Tentu itu ajakan utopis yang nggak mungkin terjadi. Kalau cuma sekedar cawapres, investasi politik Prabowo selama ini mubazir," ucapnya.

Ditambahkannya, Partai Gerindra sudah harga mati bila Prabowo tetap maju sebagai capres. Oleh karena itu, tak mungkin di Pilpres 2019 ini Prabowo hanya maju sebagai 'king maker'. Lagipula Prabowo sudah menyatakan siap untuk menjadi capres. Salah satunya ditandai dengan diaraknya dia oleh para pendukung sambil bertelanjang dada.



Saat ini, Prabowo masih didukung sendiri oleh Partai Gerindra. Sementara, calon lain yang sudah dideklarasikan adalah Jokowi. Jokowi didukung oleh tujuh partai di parlemen, yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PPP dan PKB. Sisa dua partai, PAN dan Partai Demokrat yang belum menyatakan sikap.

Untuk diketahui, pada Pemilu 2014, pertarungan juga dijalankan oleh Prabowo dan Jokowi. Saat itu, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, sedangkan Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla. Pada Pemilu 2014, Prabowo-Hatta diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Partai Golkar. Sedangkan, Jokowi didukung oleh PDIP, PKB, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PPP. Jokowi-JK jadi pemenang dalam Pemilu ini.

Sementara itu, Adi melihat bila nama Gatot Nurmantyo akan sangat berpeluang di Pilpres 2019. Terlebih bila partai yang belum menentukan calonnya dan melirik Gatot untuk di-endorse.

"Jika betul Gerindra majukan Prabowo, peluang Gatot nyapres kian sulit. Kecuali ada parpol, misalnya PKS atau partai lain yang mengendorse Gatot maju, mungkin peluangnya masih terbuka," imbuhnya.

Tag: jokowi prabowo subianto pilpres 2019

Bagikan: