Solusi Sementara Kemacetan Bernama Ganjil Genap

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai menguji coba pengerapan ganjil genap di Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang hari ini, Senin (16/4/2018). Kebijakan tersebut diambil setelah melihat keberhasilan ganjil genap di Tol Jakarta Cikampek selama satu bulan.

"Paket kebijakan yang diterapkan di ruas Jalan Tol Jagorawi dan ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang akan dilakukan uji coba mulai Senin, 16 April 2018, dan akan diterapkan pada awal bulan Mei 2018," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, Jumat (13/4/2018).

Paket kebijakan di Tol Jakarta-Cikampek dinilai berhasil menurunkan Volume/capacity (V/C) Rasio sebesar 46 persen dan peningkatan rata-rata kecepatan sebesar 10-20 persen pada jam pemberlakuan kebijakan. Meski berhasil menurunkan V/C Rasio, masyarakat tetap memilih kendaraan pribadi untuk bepergian. Melihat hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan BPJT jangan terlena dengan keberhasilan ganjil-genap.


"Instrumen ganjil genap seharusnya bersifat sementara, bukan permanen. Secara regulasi, instrumen pengendalian lalu-lintas yang sudah mempunyai dasar hukum kuat adalah ERP (Electronic Road Pricing), atau jalan berbayar. Maka, BPTJ harus mulai menggodok dengan serius implementasi jalan berbayar, terutama jika LRT/MRT sudah beroperasi," kata Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno. Ia meminta BPTJ, Kemenhub dan Pemerintah Provinsi menyiapkan angkutan massal yang menyentuh setiap pemukiman masyarakat.

"(Kebijakan ganjil genap) harus dibarengi transportasi umum ke setiap kawasan perumahan. Pada jam tersebut kendaraan pribadi berkurang karena ada larangan. Tapi belum berhasil mengalihkan ke kendaraan umum," ujar Djoko saat dihubung era.id, Minggu (16/4/2018).

Baca Juga : Tol Jagorawi dan Tol Tangerang Kena Ganjil Genap

Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang melintas di Tol Jakarta–Cikampek menurun setelah penerapan ganjil genap. Hingga Minggu ke-3 penerapan ganjil genap, volume kendaraan di Tol Jakarta Cikampek turun hingga 5.146 kendaraan yang sebelumnya 8.206 kendaraan.

Malaha, pada penerapan Minggu ke-3, 50 persen pengguna kendaraan pribadi yang terkena skema ganjil genap beralih pada rute Non-tol dan penggunaan Angkutan Massal Lain (KRL).

Berikut penerapan skema ganjil genap di Tol Jagorawi:

1. Penerapan skema ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 arah Jakarta, pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

2. Penerapan Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

3. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Legenda Wisata, Citra Grand, Cibubur Country, Metland Transyogi dan Cibubur Residence.

 

(Infografis tentang pelaksanaan kebijakan ganjil genap di Tol Jagorawi/Istimewa)
 

Sedangkan paket kebijakan yang akan diterapkan di Tol Jakarta-Tangerang meliputi :

1. Penerapan skema ganjil-genap di GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 arah Jakarta pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional.

2. Penerapan LKAU dari Tangerang-Kebon Jeruk arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

3. Pembatasan angkutan barang (Kendaraan Golongan III-V) mulai dari Tol Cikupa-Tomang untuk 2 arah mulai pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

4. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Perumahan Citra Raya, Alam Sutra, Villa Melati, BSD City, dan Perumahan Banjar Raya.
 


(Infografis tentang pelaksanaan kebijakan ganjil genap di Tol Jakarta-Tangerang/Istimewa)

Tag: ganjil-genap tol cikampek kemacetan lalu lintas

Bagikan: