Cinta Jadi Penyebab Pernikahan Remaja di Indonesia

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Organisasi anak dari Persatuan Bangsa-Bangsa, UNICEF mengatakan, suatu paksaan dari pihak lain merupakan faktor utama pernikahan anak di bawah umur. Ternyata, analisis ini bukanlah unsur utama penyebab nikah muda di Indonesia.

Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel, mengatakan banyak pernikahan di bawah umur di Indonesia terjadi karena cinta.

"UNICEF pernah menyatakan bahwa paksaan merupakan faktor utama. Tapi dalam sekian kejadian di Indonesia, pernikahan usia belia bersih dari unsur keterpaksaan. Murni berawal dari percintaan," kata Reza, kepada era.id, Selasa (17/4/2018).

Dia mengatakan, pernikahan muda bukanlah hal yang baik dan bisa menjadi masalah tersendiri. Sebab, para pelaku pernikahan muda belum siap dari segi finansial dan biologis. Karena itu, perlu peran pemuka agama dan orang tua untuk memberikan penyuluhan tentang masalah ini. 

"Dari segi finansial, pasutri ini belum bekerja, sehingga tidak memiliki sumber daya finansial untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata dia.

"Sedangkan dari segi fisik, organ reproduksi mungkin belum matang secara optimal. Atau pemahaman reproduksi belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap perilaku seksual," tambahnya. 

Baca Juga : Menyoal Perkawinan Remaja

Atas dasar itu, tambah Reza, pemerintah perlu diingatkan tidak boleh lepas tangan terhadap anak-anak yang telanjur menikah di bawah umur. Upaya pemenuhan hak-hak mereka selaku anak-anak tetap harus dilakukan. 

"Jika hak-hak pendidikan, layanan kesehatan, standar kesejahteraan mereka terpenuhi, mudah-mudahan berpengaruh positif bagi kesiapan mereka selaku suami istri sekaligus menyongsong status sebagai orang tua," tutupnya.

Baca Juga : Menggoyang UU Perkawinan Anak



Dua pelajar di Bantaeng, Sulawesi Selatan mendaftarkan diri ke Kantor Urusan Agama Bantaeng untuk menikah. Usia mereka tergolong muda, si laki-laki berusia 15 tahun sedangkan si perempuan 14 tahun. 

Mereka menikah dengan alasan sang wanita sering ketakutan lantaran tinggal sendirian di rumahnya. Lantaran, sang ibu sudah meninggal dunia, sedang ayahnya bekerja di luar kota, sehingga sangat jarang pulang ke rumah.

Tag: perkawinan remaja

Bagikan: