10 Daerah Pernikahan di Bawah Umur Tertinggi

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pernikahan sepasang pelajar di Bantaeng, Sulawesi Selatan, bikin heboh. Pasalnya, pengantin pria masih berusia 15 tahun 10 bulan, dan pengantin perempuan berusia 14 tahun 9 bulan.

Banyak yang bingung kenapa pernikahan itu bisa terjadi. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise juga ikutan bingung karena pernikahan dua anak di Bantaeng ini.

Baca Juga : Cinta Jadi Penyebab Pernikahan Remaja

Menurut dia, ada beberapa pernikahan anak di bawah umur tapi berpasangan dengan orang dewasa. Namun yang terjadi di Bantaeng, pasangan pengantin sama-sama di bawah umur.

Berdasarkan hasil penelitian Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS RI, Razali Ritonga, pada 2015, pernikahan di bawah umur, khusus untuk perempuan, terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia. Daerah tertinggi dengan jumlah perempuan yang menikah di bawah usia 15 tahun adalah Kalimantan Selatan (15,48 persen) dan Jawa Barat (15,45 persen).

Sedangkan perempuan yang menikah di usia 16-18 tahun paling tinggi terjadi di Jawa Timur (36,86 persen), Jawa Barat (36,37 persen), Kalimantan Selatan (35,93 persen), Jambi (35,69 persen), Kalimantan Tengah (35,27 persen), Jawa Tengah (34,85 persen), Sulawesi Barat (34,47 persen), Lampung (34,10 persen), Sulawesi Tenggara (33,91 persen), Bengkulu (33,64 persen).
 
Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel, mengatakan banyak pernikahan di bawah umur di Indonesia terjadi karena alasan cinta. Reza menyampaikan, alasan itu berbeda dengan hasil penelitian UNICEF yang mengatakan faktor utama pernikahan anak di bawah umur adalah paksaan.
 
"UNICEF pernah menyatakan bahwa paksaan merupakan faktor utama. Tapi dalam sekian kejadian di Indonesia, pernikahan usia belia bersih dari unsur keterpaksaan. Murni berawal dari percintaan," kata Reza, kepada era.id, Selasa (17/4/2018).
Namun demikian, Reza mengingatkan pernikahan di bawah umur rentan menimbulkan masalah karena alasan finansial dan biologis. Dia berharap orang tua, tokoh agama dan masyarakat ikut memberi pemahaman untuk menghindari pernikahan di bawah umur.

Sesuai Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, batas minimal usia perkawinan perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

Baca Juga : Menggoyang UU Perkawinan

Tag: perkawinan remaja

Bagikan: