Fakta Persidangan, Novanto Terbukti Memperkaya Diri

Tim Editor

Setya Novanto (Foto: Tasya/era.id)

Jakarta, era.id - Majelis hakim kembali membeberkan fakta-fakta persidangan Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Mulai dari proses penganggaran hingga realisasi aliran duit yang membuktikan Setya Novanto memperkaya diri sendiri dari proyek e-KTP.

Pada mulanya, hakim membacakan fakta persidangan terkait siapa saja saks yang sudah diperiksa dalam persidangan. Lalu, hakim menerangkan dari fakta persidangan, bagaimana proyek e-KTP itu berujung korupsi.

"Bahwa terhadap pelaksanaan pekerjaan yang tidak memenuhi target dan tidak sesuai kontrak tersebut," kata anggota majelis hakim, Sukartono, saat membacakan fakta persidangan dalam sidang vonis Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dia menjelaskan, konsorsium PNRI sebagai pemenang proyek e-KTP. Padahal, menurut hakim perkerjaan tersebut belum selesai.

"PNRI memang sebelumnya sudah direncanakan sebagai pemenang sehingga sering mendapatkan perlakuan istimewa," ucap Sukartono.

Hakim menegaskan, Novanto terlibat dalam pembahasan hingga pembagian fee proyek e-KTP, saat menjadi anggota DPR dan juga Ketua Fraksi Partai Golkar. 

"Menimbang unsur menguntungkan diri sendiri, orang lain dan korporasi telah terpenuhi secara sah menurut hukum. Di mana Setya Novanto selaku anggota DPR dan ketua Fraksi Golkar yang mengetahui pembahasan proyek e-KTP," jelas Hakim.

Baca Juga : Novanto Buka Nama Penerima Uang e-KTP

Dalam fakta persidangan terungkap bila, aliran uang ke Novanto itu melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang dekatnya, Made Oka Masagung. Sebesar 7,3 juta dolar AS dikirim melalui mekanisme barter dolar, sisanya ditransfer melalui tangan orang lain.

Hakim juga membeberkan uang yang mengalir itu dari Anang Sugiana Sudihardjo dan Johannes Marliem yang menerima pembayaran terhadap proyek e-KTP. Uang itu kemudian dibagi-bagi.

Baca Juga : Novanto Ungkap Kedekatan Diah Anggraeni dan Andi Narogong

Tag: korupsi e-ktp manuver novanto setya novanto kpk korupsi bakamla

Bagikan: