Menjajal Halte dengan 117 Anak Tangga

Tim Editor

Halte CSW Transjakarta Koridor 13, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (Leo/era.id)

Jakarta,era.id - Transjakarta memfasilitasi para pengguna jasa dengan akses jembatan, pasalnya, banyak halte transjakarta berada di tengah jalan, bahkan ada yang di atas jalan layang. 

Salah satu halte transjakarta yang berada di atas jalan layang adalah halte-halte di koridor 13 yang menghubungkan Jalan Tendean dengan Ciledug, yang memiliki 14 halte, tiga halte di antaranya belum beroperasi.

Koridor 13 yang memiliki panjang 9,3 km ini keseluruhan haltenya berada di jalan layang layang, sehingga perlu perjuangan meniti anak tangga hingga sampai di tempat menunggu bus.

Salah satu halte koridor 13 yang sangat tinggi adalah halte CSW (centrale stichting wederopbouw), di Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Ketinggiannya mencapai 20,7 meter dan lebar 1-1,5 meter. Para calon penumpang transjakarta harus melewati 117 anak tangga jika ingin menggunakan transjakarta dari halte ini. Beberapa pengamat menilai halte ini dan beberapa halte di koridor 13 tidak ramah terhadap lansia, anak-anak dan penyandang disabilitas.

Tim era.id mencoba naik ke halte CSW untuk merasakan lelahnya meniti anak tangga di halte tersebut. Selain tinggi, nampak juga karat di beberapa bagian besi penyangga, dan beberapa bagian mengeluarkan bunyi seperti mur kendor.

Baca Juga : Halte Kok Jadi Tempat Jualan?


Halte CSW Transjakarta Koridor 13, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (Leo/era.id)

Halte ini belum beroperasi dan masih ditutup garis kuning hitam sebagai tanda tidak diizinkan sembarangan naik ke atas halte. Pintu menuju halte juga masih digembok dengan rantai yang mulai berkarat. 

Berdasarkan keterangan Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo, halte CSW belum beroperasi karena ada fasilitas yang belum selesai tergarap.

"Dari survei yang pernah dilakukan memang ada beberapa temuan. Misalnya kaca halte yang belum tempered (kaca yang diperkeras)," kata Wibowo kepada era.id, Kamis (26/4/2018).

Wibowo menambahkan, untuk pemasangan eskalator, baru terealisasi di halte Cipulir. Adapun untuk halte CSW belum dapat dilaksanakan karena anggarannya dan mekanisme pengerjaannya masih digodok.

"Untuk pemasangan fasilitas penunjang memang butuh perhatian khusus. Apalagi di koridor 13," tambahnya. 


Halte CSW Transjakarta Koridor 13, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (Leo/era.id)

Halte CSW, kata Wibowo, bakal menjadi salah satu halte terpadat di koridor 13. Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph memprediksi dua tahun lagi halte CSW akan dipadati penumpang, pasalnya halte ini berada dipersilangan jalur MRT dengan transjakarta. Selain itu, halte ini juga terintegrasi  dengan koridor 1 rute Blok M-Kota. 

"Halte CSW, terintegrasi dengan koridor 1 dan dua tahun lagi terintegrasi MRT," ujarnya.

Sebagai salah satu halte tertinggi, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengungkapkan  ada rencana membuat fasilitas penunjang seperti lift dan eskalator di halte CSW untuk memudahkan penumpang. 

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi pernah menyoroti tingginya halte CSW karena akan menyulitkan penumpang lansia dan ibu hamil. Prasetio menyarankan dalam pengadaan lift tersebut, Pemprov DKI hanya menjadi pengawas sedangkan untuk perawatan akan dibebankan pada swasta.


Halte CSW Transjakarta Koridor 13, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (Leo/era.id)
 

Tag: transjakarta halte

Bagikan: