Novanto Tidak Tertidur Lagi, Pengacara: Dikasih Vitamin Dosis Tinggi

| 23 Nov 2017 22:10
Novanto Tidak Tertidur Lagi, Pengacara: Dikasih Vitamin Dosis Tinggi
Setya Novanto di dalam mobil setelah diperiksa KPK selama 6 jam. (tsatsia/era.id)
Jakarta, era.id - Usai menjalani pemeriksaan selama enam jam, Setya Novanto keluar dari Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Novanto tampak lebih segar dari sebelumnya karena minum vitamin dosis tinggi.

Meski demikian, Ketua DPR tersebut enggan berkomentar terkait pemeriksaannya. Novanto yang mengenakan rompi oranye keluar gedung KPK didampingi kuasa hukumnya Fredrich Yunadi, sekitar pukul 19.15 WIB, Kamis (23/11/2017).

Menurut Fredrich, kesiapan Novanto menghadapi pemeriksaan kali ini berbeda dari sebelumnya yang sempat tertidur setiap dua menit sekali saat dimintai keterangan oleh penyidik. Fredrich pun menepis tudingan publik yang menganggap Novanto kerap berpura-pura sakit saat menjalani pemeriksaan.

"Hari ini tidak (tertidur saat diperiksa). Hari ini dikasih vitamin banyak sekali. Karena sampai terjadi isu seolah-olah sedang pura-pura sakit. Jadi dikasih vitamin dosis tinggi," bebernya.

Hari ini ketua umum Partai Golkar itu menjalani dua pemeriksaan sekaligus. Pemeriksaan pertama oleh penyidik KPK terkait kasus megakorupsi e-ktp. Pemeriksaan kedua oleh pihak Dirlantas Polda Metro Jaya terkait kecelakaan yang menimpanya sebelum mendekam di rumah tahanan KPK.

Pernyataan Novanto yang dinantikan banyak orang diwakili oleh kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi. Termasuk penjelasan soal kecelakaan, yang menurut Fredrich, polisi hanya memastikan keterangan kliennya terkait kronologi kecelakaan.

"Saya kira pertanyaannya kecelakaan di mana, sadar atau tidak, siapa yang menyetir, ajudannya bagaimana. Begitu saja saya kira," kata Fredrich.

Novanto menjalani pemeriksaan mulai pukul 13.00 WIB. Saat hadir di KPK siang tadi, ketua DPR itu juga enggan menjawab hujanan pertanyaan dari wartawan. Dituntun oleh seorang pria bersafari biru, Novanto terus masuk ke lobby dalam gedung KPK.

Tags :
Rekomendasi