Anies Bakar Dupa Di Vihara Toasebio, Ferdinand Hutahaean: Jangan Pernah Percaya Orang yang Berpura-pura

| 08 Sep 2021 12:12
Anies Bakar Dupa Di Vihara Toasebio, Ferdinand Hutahaean: Jangan Pernah Percaya Orang yang Berpura-pura
Anies Baswedan (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

ERA.id - Politikus Ferdinand Hutahaean membagikan sebuah video berdurasi 29 detik berisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir di Vihara Dharma Jaya Toasebio di Jakarta.

Anies dalam video tersebut berdiri di depan altar membakar dupa dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan.

Anies setelah meletakkan dupa yang dibakarnya itu berdiri sejenak memberi hormat lalu beranjak dari tempatnya. Sementara itu syair-syair suci dinaikkan oleh para jemaah.

Anies yang menang Pilkada DKI Jakarta dengan politisasi agama membuat Ferdinand tak mudah saja percaya dengan apa yang dilakukan Anies di klenteng tersebut.

"Hidup dalam perbedaan itu mudah apalagi jika kepentingannya politik, melakukan hal yang berbeda pun mudah kita lakukan. Pesanku hanya satu, jangan pernah percaya kepada manusia yang berpura2..!!" tulis Ferdinand, seperti dilihat Rabu (8/9/2021).

Cuitan Ferdinand tersebut ditimpahi komenter beberapa netizen. Mereka mengungkapkan bahwa orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut sejak awal telah menghalalkan segala cara untuk kepentingan politiknya.

"Sejak awal dia menghalalkan segala cara untuk menuruti ambisi politiknya. Jadi tak heran kl dia melacurkan keyakinan pada Tuhannya" tulis Antaredja.

Sementara akun Rosequ mengungkapkan keheranannya karena tak ada yang teriak haram dengan apa yang dilakukan Anies tersebut.

"Demennya main di sekitaran agama , kok ngak ada yg teriak haram sih," cuitnya.

sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi Vihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta.

Anies menyampaikan apresiasi kepada pengurus yang telah menjaga salah satu situs keagamaan yang bersejarah di Jakarta. Menurutnya, vihara tersebut telah memiliki sejarah yang panjang, di mana berdiri sejak tahun 1751 dan masih terawat hingga saat ini.

"Ini sebuah perjalanan tempat, bukan saja bangunan fisiknya, tapi di sini telah digunakan untuk ibadah dengan cerita perjalanan yang panjang. Oleh karena itu, perlu kita jaga sama-sama dan kita rawat. Sehingga, nantinya generasi anak cucu kita masih tetap bisa melihat warisan dari orang tua kita yang dulu mendirikan. Dan ini juga sekaligus menjadi penanda bahwa Jakarta itu berwarna, maka harus kita jaga sama-sama," ujar Anies dalam keterangan tertulisnya dikutip, Minggu (5/9/2021).

Rekomendasi