Kala Baju 'Kelas' Pasar Senen Dijual Online

Tim Editor

Suasana Pasar Senen siang tadi (Yohanes/era.id)

Jakarta, era.id - Di era modern dengan aktivitas dan kesibukan yang super padat, masyarakat saat ini cenderung memilih hal praktis untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Salah satunya dengan berbelanja online. Dan ternyata, peluang ini juga dilihat oleh pedagang baju bekas sebagai ladang mencari nafkah.

Adalah Sukman (56), salah satu pedagang baju dan jas bekas di jalan Stasiun Senen--sekitar Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat--yang ternyata mengelola akun bisnis jualan online di salah satu aplikasi. Uniknya, jas dan baju yang ia jual bukan berasal dari merek ternama. Tapi, masih layak pakai kok.

Alasan Sukman berjualan di jalanan, karena tokonya yang terletak di Pasar Senen terbakar pada 2016 lalu dan bikin dia bangkrut. Sementara untuk membeli toko baru, ia tidak mampu lagi.

"Sekarang harga toko di dalam (Pasar Senen) mahal, per meternya aja Rp50 juta. Enggak sanggup saya," kata Sukman kepada era.id, Sabtu (5/5/2018).

Berjualan di jalanan ternyata belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Sukman. Omzet kotor yang didapat dalam satu bulan hanya sekitar Rp4 juta. Itulah mengapa ia mencari tambahan dengan berjualan baju bekas secara online.

"(Rp4 juta) itu belum dipotong laundry jas sama baju sebelum dijual. Kalau luntur, ya enggak bisa dijual.(Dengan jualan online) ada tambahan Rp1-2 juta," lanjutnya.

Meskipun demikian, ia mengaku tidak dapat melepas lapaknya di jalanan dan bergantung sepenuhnya dengan berjualan online. Karena pendapatan berjualan online tidak dapat dipastikan mengingat pelanggannya tidak menentu.

"Kadang ada yang beli banyak buat disumbangin, kadang udah tiga hari cuma satu yang beli. Ekonomi lagi susah, daya beli orang menurun," tandas Sukman.

Tag: belanja online

Bagikan: