Banyak Cara Mencegah Terinfeksi HIV/AIDS

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Sebanyak 1.700 warga Kabupaten Tangerang positif terjangkit HIV/AIDS. Jumlah itu terdata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, di beberapa lokasi dalam kurun 2017. Paling banyak, warga yang terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang berada di wilayah Dadap, Kosambi, Sukadiri, Curug, dan Kelapa Dua.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, jumlah warga yang terinfeksi bisa lebih besar karena banyak orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak mengaku terinfeksi sehingga menyulitkan pendataan. Menurut Hendra, masih banyak juga ODHA yang enggan memeriksakan kondisi kesehatannya.

Kabupaten Tangerang dihuni 1.779.102 orang laki-laki dan 1.698.393 orang perempuan. Sebanyak 190.392 di antaranya termasuk ke dalam warga miskin. Selain itu, dari segi pendidikan, paling banyak mereka adalah lulusan SD dan diduga menjadi salah satu alasan tidak sampainya sosialisasi dan pengetahuan penyebaran HIV/AIDS.

Baca Juga : 1.700 Orang di Tangerang Terjangkit HIV/AIDS

ODHA umumnya merasakan nyeri tenggorokan dan batuk, demam, nyeri kepala, tulang, dan otot yang nyeri serta pegal, mudah lelah-letih-lesu, menurunnya nafsu makan dan berat badan, mudah mual dan muntah, serta diare. 

Untuk ciri-ciri fisik, ODHA umumnya mengalami pembesaran kelenjar leher, selangkangan, ketiak (atau bagian tubuh lainnya), muncul ruam kemerahan pada kulit, luka pada organ intim, dan luka pada mulut.

Dari literasi yang dikumpulkan tim era.id, HIV atau Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dampaknya dapat menyebabkan penyakit AIDS. Sesungguhnya, penyakit ini berasal dari Afrika dan sebelumnya hanya terdapat pada kera, tanpa disadari virus tersebut menular ke manusia. Mulai dari situ penyebaran HIV meluas ke berbagai negara.

HIV merupakan jenis virus yang rapuh, oleh sebab itu HIV tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Selain itu, HIV dapat ditemukan di cairan tubuh manusia yang terinfeksi. Beberapa cairan tersebut adalah darah, ASI, cairan anus, cairan vagina, dan cairan sperma. Sedangkan, keringat dan urine bukan termasuk cairan yang dapat menularkan virus tersebut.


(Infografis demografi Tangerang/era.id)

Lalu, bagaimana virus ini bisa menyebar? Di antaranya lewat seks oral, pemakaian alat bantu seks bersama-sama atau bergantian, transfusi darah, penggunaan jarum suntik dan perlengkapan lain yang terkontaminasi, penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan-ketika melahirkan-menyusui.

Baca Juga : Pesohor yang Terinfeksi HIV/AIDS

Tenang, ada caranya kok untuk menghindari virus ini. Yaitu, menghindari seks bebas, menggunakan alat kontrasepsi, menggunakan jarum baru yang steril saat akan disuntik dokter atau membuat tato, menghindari penggunaan narkotika agar pikiran jernih dan tidak terdorong melakukan hal yang berpotensi terinfeksi HIV AIDS.

Kembali ke Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah di sana sudah berupaya maksimal untuk mengetahui keberadaan para ODHA. Mereka juga melakukan pendeteksian dini terhadap sejumlah titik rawan penyebaran dan ada 12 Puskesmas yang khusus menangani masalah itu.

Bahkan, setiap pekannya, para petugas puskesmas yang berada di lokasi rawan penyebaran HIV/AIDS, seperti lokalisasi, panti pijat hingga warung remang-remang rutin melakukan memeriksa darah para pekerja. 

Bahkan, petugas medis dibantu Satpol PP dan instansi terkait lainnya telah melakukan deteksi dini terhadap penderita HIV/AIDS tersebut. Bila ditemukan penderita, maka langsung diberikan edukasi dan pemberitahuan bagaimana cara mengurangi risiko hubungan seksual lewat penggunaan kondom.

Namun, akar dari segalanya, menurut Hendra adalah masih banyaknya penderita yang tidak sadar sudah terinfeksi HIV/AIDS. Mereka pun cenderung menutup diri bila tertular virus ini.


(Infografis pencegahan infeksi HIV/AIDS/era.id)

Tag: hiv/aids

Bagikan: