Korban Persekusi di CFD Beri Keterangan ke Polisi
Korban Persekusi di CFD Beri Keterangan ke Polisi

Korban Persekusi di CFD Beri Keterangan ke Polisi

By bagus santosa | 07 May 2018 11:59
Jakarta, era.id - Korban persekusi Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Stedi Repki Watung memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres Krimum) Polda Metro Jaya, Senin (7/5/2015) untuk memberikan keterangan. Saat tiba di Polda Metro Jaya, dia didampingi kuasa hukumnya, Joshua Victor.

Menurut Victor, kliennya akan menyampaikan sejumlah keterangan kepada penyidik terkait tindakan persekusi yang dialaminya di kawasan CFD Bunderan HI, Jakarta Pusat pada 29 April lalu.

Baca Juga : Pelaku Persekusi di CFD Dilaporkan ke Polisi

"Ini untuk pertama kali pelapor ataupun korban diperiksa oleh penyidik dalam kaitan laporan polisi per tanggal 29 April kemarin," katanya di Mapolda Metro Jaya.

Selain keterangan, sambung Joshua, kliennya itu juga akan menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik untuk memperkuat laporannya. 

"Di antaranya video yang viral," kata dia.

 

Stedi Repki Watung (36), melaporkan insiden yang dialaminya ke Polda Metro Jaya, Senin (30/4/2018). Dia bercerita, tindakan persekusi yang dialaminya berawal saat dia hendak menyelamatkan seorang anak yang dikerumuni kelompok yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden. 

Namun, aksinya malah dicegah kelompok tersebut, dan memaksa Stedi membuka kaus bertulis #DiaSibukKerja yang dikenakannya. Permintaan membuka kaus tersebut kemudian ditolak Stedi. 

"Presiden saya Jokowi, buat apa saya membuka?" kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Baca Juga : Ada Persekusi di Car Free Day Jakarta

Kuasa hukum Stedi, Bambang Sri Pujo mengatakan, perkusi merupakan cara yang licik dan kejam untuk merebut kekuasaan. Persekusi juga berpotensi melahirkan anarkisme. Mencegah hal serupa terulang, pihaknya pun melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya.

"(Barang bukti) yang kami bawa video," kata Bambang.

Bambang berharap aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini. Terlebih, menangkap aktor intelektual serta pihak yang mendanai kegiatan itu.

"Kami kemari berharap kepada aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku-pelaku intelektualnya, yang mendanainya. Itu tidak mungkin hal-hal itu terjadi secara kebetulan karena mereka sangat masif," ungkapnya.

Baca Juga : Cerita Korban Persekusi di CFD

Tak hanya Stepi, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka juga melaporkan intimidasi yang dialami Susi Ferawati dan anaknya saat car free day di Bunderan HI pada Minggu (29/4).

Laporan yang dilayangkan pihaknya ke kepolisian melampirkan rekaman video tindakan intimidasi yang dilakukan sejumlah orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden, beserta keterangan saksi yang melihat langsung aksi intimidasi tersebut.

"Kami mendesak kepolisian agar bisa mengusut tuntas kasus ini agar ini tidak menjadi preseden (kebiasaan) buruk nantinya, kepada sebuah tindakan yang memberikan kekerasan terhadap perempuan dan anaknya," katanya Senin (30/4/2018).

Rekomendasi
Tutup