UI Tak Sediakan Kuota Khusus Difabel

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Depok,era.id - Universitas Indonesia (UI) tidak akan membeda-bedakan antara calon mahasiswa disabilitas dengan calon lainnya dalam mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN). Pihak kampus juga tak memberikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas untuk mengenyam pendidikan di UI.

"Seleksinya kuotanya untuk kategori difabel tidak ada afirmasi khusus untuk mereka. Tapi kalau diterima ya kita treatment sama dengan yang lainnya," kata Rektor UI Muhammad Anis di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (8/5/2018).

Meski demikian, lanjut Anis, satu-satunya yang membedakan calon mahasiswa penyadang disabilitas dengan calon mahasiswa lain dalam ujian SBMPTN adalah tempat yang nyaman, dengan tujuan agar penyandang disabilitas dapat belajar dengan baik. 

"Yang kita perlu beri attention itu fasilitasnya dengan baik, agar bisa belajar dengan nyaman dan baik," ujar Anis. 

Baca Juga : Penumpang Gelap di SBMPTN


(Infografis/era.id)

Baca Juga : Ini Nih, Strategi Buat Lolos SBMPTN

Tahun ini, sekurangnya terdapat 11 calon mahasiswa keterbutuhan khusus yang mengikuti ujian SBMPTN di UI. Adapun secara nasional data peserta yang berkebutuhan khusus sebanyak 365 peserta yang terdiri dari 122 peserta tuna rungu, 107 peserta tuna netra, 43 peserta tuna wicara dan 93 peserta tuna daksa.

Salah seorang penyandang disabilitas, Aulia Bening Safira, mengaku mengikuti ujian agar bisa masuk Universitas Gajah Mada (UGM). Safira pun memilih jurusan hubungan internasional (HI) karena bercita-cita menjadi duta besar yang dapat menegakan keadilan tanpa diskriminasi. 

"Ada kelompok yang masih didiskriminasi, saya ingin merubah itu, makannya saya ngambil jurusan hubungan internasional," tutur Safira.

Baca Juga : Anti-Joki di SBMPTN

Safira yang tinggal di Tambun, Bekasi masih melihat banyak tindakan diskriminasi terhadap kaum difabel atau berkebutuhan khusus. Meski dirinya tidak pernah mendapatkan tindakan itu, namun beberapa orang yang dekat dengannya mengaku pernah didiskriminasikan.


Aulia Bening Safira. (Leo/era.id)

Baca Juga : Guys, Sudah Siap Ikut SBMPTN Besok?

"Saya tidak mengalami diskriminasi terhadap kebutuhannya, tapi ada sejumlah kelompok yang merasakan diskriminasi dalam berbagai macam hal," ujar Safira.

Ujian SBMPTN 2018 diikuti sebanyak 860.001 peserta, terdiri dari peserta UTBC sebanyak 833.820
peserta dan UTBK sebanyak 26.181 peserta yang terdiri dari 25.181 peserta menggunakan desktop/PC
dan 1.000 peserta menggunakan Tablet atau Telepon Pintar berbasis Android. 

Tag: ujian nasional

Bagikan: