Suasana GKI Surabaya Pascaledakan Bom

Tim Editor

Gereja Kristen Indonesia (Hamni/era.id)

Surabaya, era.id - Setelah peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5) kemarin, aktivitas di sekitar gereja saat ini sudah kembali normal.

Pantauan era.id di lokasi, sejak pagi sejumlah jemaat terlihat berdatangan ke gereja. Mereka datang untuk mengambil kendaraan bermotor di area gereja, yang sempat ditahan oleh petugas lantaran peristiwa bom.

Untuk mengambil kendaraannya, para jemaat diwajibkan untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan seperti STNK dan SIM. Meski berangsur kondusif, penjagaan ketat masih terus dilakukan selama 24 jam oleh sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya.

Sejumlah karangan bunga dan ucapan bela sungkawa juga nampak memenuhi area Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya.

Baca Juga : Mengenal 3 Gereja Sasaran Teror Bom di Surabaya


(Hamni/era.id)


(Hamni/era.id)


(Hamni/era.id)

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak gereja apakah pada hari Minggu (20/5) mendatang kebaktian akan diselenggarakan di GKI atau tidak.

Baca Juga : Anak-anak Hanya Korban, Bukan Pelaku Teror

Sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri tersebut menewaskan empat orang dan sejumlah orang lainnya luka-luka. Empat orang tersebut, tiga di antaranya adalah pelaku bom, yaitu Puji Kuswati bersama kedua anaknya, FS dan PR. Sementara satu orang terakhir yang tewas adalah Yesaya, satpam gereja.

Selain GKI Diponegoro, ledakan bom Surabaya juga terjadi di dua lokasi lainnya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngegel dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno. Dari peristiwa tersebut, setidaknya 11 orang dinyatakan tewas dan 41 lainnya luka-luka. (Hamni Soesilo).

Tag: bom surabaya teror bom di as teroris

Bagikan: