Yang Bertentangan NKRI Tak Usah Masuk 200 Mubalig
Yang Bertentangan NKRI Tak Usah Masuk 200 Mubalig

Yang Bertentangan NKRI Tak Usah Masuk 200 Mubalig

By Aditya Fajar | 21 May 2018 22:42
Jakarta, era.id - Putri Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid mengaku kurang setuju dengan keputusan Kementerian Agama (Kemenag) yang merilisi 200 nama mubalig yang direkomendasikan untuk mengisi ceramah di masjid-masjid.  Meski begitu dirinya meminta agar penceramah yang bertentangan dengan NKRI tak masuk dalam daftar mubalig itu.

"Saya berharap daftar mubalignya itu justru apa namanya ke depan bisa merangkul lagi lebih banyak mubalig. Yang jelas bertentangan dengan NKRI tidak bisa dimasukan dalam daftar mubalig," kata Yenny dalam Acara Refleksi 20 tahun Reformasi di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Menurut Direktur Wahid Institute ini, Kemenag perlu menjelaskan dasar-dasar penilaian dalam mengeluarkan rekomendasi tersebut. Kemenag juga diminta terbuka kepada masyarkat agar tidak menimbulkan kontroversi.

"Mungkin kita bisa bertanya kepada Kemenag dasar penyusunannya apa begitu jadi masyarakat juga enggak jadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat seperti sekarang," lanjut Yenny.

Baca Juga: Kemenag Rekomendasikan 200 Nama Penceramah

Yenny mencoba berbaik sangka terhadap Kemenag dengan melihat pertimbangan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi tersebut untuk menjawab keinginan masyarakat mengenai siapa saja yang boleh diundang untuk mengisi ceramah di bulan Ramadan.

Meski demikian, Yenny mendorong Kemenag untuk memperluas daftar nama-nama mubalig yang direkomendasikan untuk mengisi ceramah, tidak hanya sebatas 200 orang nama mubalig.

"Karena enggak mungkin mubalig yang bagus di Indonesia hanya 200 orang pasti jauh lebih banyak daripada itu. Segera Kemenag perluas dan kedua kemenag bisa memperjelas kepada masyarakat indikator apa yang dipakai untuk memilih mubalig ini," tutupnya.

Baca Juga: Daftar Nama Rekomendasi Penceramah Bisa Bertambah?

Sebelumnya, Kementerian Agama merilis daftar 200 nama penceramah atau mubalig yang direkomendasikan. Hal ini akan mempermudah masyarakat untuk mengakses para penceramah yang mereka butuhkan baik selama bulan Ramadan maupun di bulan-bulan berikutnya.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pihaknya sering menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.

"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig," kata Menag Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima era.id, Jumat (18/5/).

Rekomendasi
Tutup