Jokowi Bilang Omicron Bisa Sembuh Tanpa Harus ke RS, Nicho Silalahi Girang: Gitu Dong Pak, Pemerintah Jangan Ciptakan Kepanikan

| 05 Feb 2022 12:44
Presiden Joko Widodo menerima suntikan vaksin COVID-19 untuk dosis kedua, hari ini, Rabu (27/1/2021) pagi, di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. ANTARA/Twiiter @setkabgoid/pri.

ERA.id - Pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut individu yang terpapar COVID-19 varian Omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit.

Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi perkembangan terkini COVID-19 yang disiarkan dari Medan, Sumatera Utara, Kamis malam (4/12).

Jokowi mengatakan bahwa masyarakat yang terpapar Omicron cukup mengatasinya dengan isolasi mandiri di rumah.

"Perlu saya sampaikan varian Omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit. Pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi secara mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin, dan segera tes kembali setelah lima hari," kata Jokowi.

Menanggapi itu, Nicho Silalahi berterima kasih kepada Jokowi karena akhirnya masyarakat tak perlu buang uang untuk tes PCR kalau hanya flu dan demam.

"Makasih pak atas informasinya yang sangat baik ini, jadi rakyat ga perlu buang uang untuk tes PCR kalau cuma flu dan demam, Yang penting perbanyak saja asupan gizi," cuit Nicho di akun Twitternya, dilihat ERA, Sabtu (5/2/2022).

Ia juga menyebut seharusnya pemerintah tidak menciptakan kepanikan kepada masyarakat.

"Gitu donk pak pemerintah tidak perlu menciptakan kepanikan pada rakyat yang terkesan sebagai sales farmasi," kata Nicho.

Untuk diketahui, menurut data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19, kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 32.211 orang hingga Jumat siang, dengan kasus aktif tertinggi ada di DKI Jakarta, sebanyak 13.379 orang.

Peningkatan tersebut tampak signifikan dibandingkan kenaikan angka kasus positif COVID-19 pada Kamis (3/2) sebanyak 27.197 orang.

Hingga kini, terdapat 4.446.694 orang telah terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia.

Rekomendasi