Beras Sachet Bikin Irit?

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi beras karung dan sachet (Rahmad/era.id)

Jakarta, era.id - Beras sachet siap dirilis Bulog dalam waktu dekat. Setiap sachet berisi 200 gram dijual dengan harga Rp2.500. Direktur Utama Bulog Budi Waseso ingin ini bisa jadi solusi buat masyarakat kelas bawah mendapatkan beras kualitas bagus.

Strategi Bulog mengeluarkan beras kemasan ini, sebenarnya langkah untuk memutus mata rantai mafia beras. Manusia jenis ini memang sering memanfaatkan beras curah Bulog dengan cara memborong besar-besaran. Bulog nanti akan bersinergi dengan TNI dan Polri untuk membantu penyimpanan beras sebelum didistribusi ke toko ritel dan UMKM BUMN. Targetnya kemasan ini bisa sampai ke warung rokok.

Soal kemasan sudah cukup memenuhi standar. Kemasan kedap udara membuat beras dapat bertahan lama dari biasanya. Desainnya juga dipercaya bisa menutup celah bagi kutu beras untuk tumbuh. Sistem pendistribusiannya pun akan tercatat karena menggunakan 'barcode' di tiap kemasan, bahkan berapa banyak pembeli pun akan terkomputerisasi untuk meminimalisir mafia beras pada umumnya.

Beras kemasan 200 gram akan dibuat dengan beras premium lokal. Bulog juga akan memerhatikan preferensi konsumen perihal beras yang mereka sukai, apakah beras pulen atau beras pera.

Apakah membeli beras ini bisa bikin irit? Bisa ya, bisa juga tidak. Mari kita simak ilustrasi berikut ini.

Anggap saja seorang kepala keluarga beranak satu memiliki pemasukan harian sebesar Rp70 ribu sebagai pekerja lepas. Per 28 hari, sang bapak mampu mengais penghasilan sebanyak Rp1,9 juta. Kehadiran beras 'renceng' bisa bikin si ibu kepincut untuk membelinya. Kalau si ibu membeli beras sachet minimal 3 bungkus per hari, kocek yang dikeluarkan Rp7.500. Kata Buwas, beras sachet ini bisa jadi 3 piring nasi. Asumsinya untuk belanja beras selama 28 hari penuh, keluarga ini mengalokasikan dana Rp210 ribu. 

Bagaimana beras sachet itu kita bandingkan dengan beras yang dijual biasa 10 kg? Untuk mencapai 10 kg, si ibu harus membeli 50 bungkus dan mengeluarkan biaya Rp125 ribu. Sedangkan Beras Cap Topi Koki kemasan 10 kg, dijual di pasaran biasanya Rp202.500. Berarti masih ada selisih Rp77.500. Tapi jika bandingkan dengan beras Gucimas Solo, masih terbilang mahal. Beras ini ukuran 10 kg dibanderol Rp104.500.

Ilustrasi beras karung dan sachet (Rahmad/era.id)

Tag: impor beras beras beras sachet

Bagikan: