Mengenal Kekuatan Satbravo-90

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Rachmad Bagus/era.id)

Jakarta, era.id - Sebelumnya, dalam artikel berjudul Seandainya Denjaka Ikut Berantas Terorisme, tim riset era.id mengajak kalian berkhayal bagaimana jika pasukan elite itu bergabung memberantas terorisme. Di sana juga kami ceritakan bagaimana ganasnya tahapan seleksi Denjaka. Kini, kita akan mengulik berbagai hal soal pasukan elite termuda di Indonesia jebolan TNI Angkatan Udara (AU), Satuan Bravo 90 (Satbravo-90).

Seperti apa sih sejarah pembentukan 'Si Baret Oranye'? Dan apa kekuatan pasukan yang terkenal paling canggih dan paling jeli dari satuan elite lainnya?

Awal berdiri, satuan ini dikenal dengan nama Denbravo 90. Didirikan atas dasar pemikiran resultatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), sejarah dan nilai konstruktivisme, satuan ini dikukuhkan pada tanggal 16 September 1990 oleh KSAU Marsekal TNI, Hanafie Asnan.

Filosofi penamaan Satbravo-90 sendiri cukup sederhana. Bravo berarti terbaik, sedangkan angka 90 diambil dari tahun satuan ini berdiri. Sedangkan untuk motto, satuan ini memiliki motto 'Catya Wihikan Awacyama Kapala' yang artinya setia, terampil, berhasil.

Satuan khusus ini memiliki berbagai peran, mulai dari, antiteror, sabotase dan antisabotase bandara/landasan udara, pengamanan alutsista udara, antibajak pesawat, hingga peran intelijen dan kontra-intelijen.

Sama seperti pasukan elit lainnya, jumlah dan identitas pasukan Satbravo-90 sangat dirahasiakan. Walaupun satuan khusus ini terbilang muda, kualifikasi dan ketahanan Satbravo-90 dapat diadu. Satbravo-90 merupakan pasukan trimedia, atau pasukan yang menguasai kemampuan di segala medan. Penguasaan medan udara jadi andalan mereka.

Tapi, gak hanya pertempuran udara, mereka satuan khusus yang fasih mengoperasikan pangkalan udara, termasuk bandara komersil hingga seluk-beluk beragam pesawat. Pasukan ini juga dilengkapi berbagai kemampuan khusus, seperti combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun, selam, hingga skill tembak kelas wahid. 

Satuan ini terkenal dengan kemampuan menembak jitu dari satuan lainnya. Bagaimana enggak, mereka kebagian jatah tiga kali lipat menggunakan peluru tajam untuk pelatihan dibanding pasukan reguler lainnya. Tujuannya, tentu untuk melatih ketepatan dan kecepatan Satbravo-90 untuk bertindak dalam waktu sepersekian detik.

Terkait perlengkapan pun begitu. Dibanding satuan khusus lainnya, Satbravo-90 dikenal sebagai pasukan khusus dengan persenjataan dan perlengkapan paling canggih dan mutakhir dibanding satuan lainnya. Tapi, enggak cuma persenjataan, Satbravo-90 juga memiliki hak khusus, yakni izin untuk menggunakan seluruh jenis pesawat milik TNI AU.



Proses seleksi

Bicara soal seleksi, seperti satuan khusus lainnya, para prajurit Satbravo-90 juga mengalami tempaan yang begitu keras. Prajurit terbaik lulusan Sekolah Komando Paskas dan personel aktif Batalyon Komando/Wing, dipilih untuk mengikuti pendidikan Satbravo-90 selama enam bulan.

Dalam proses seleksi, seluruh peralatan tempur digunakan secara asli, termasuk peluru tajam yang digunakan dalam tahap terakhir pelatihan. Dan kalau kamu pikir pasukan Satbravo-90 cuma butuh kehebatan fisik, maka kamu salah.

Untuk menjadi anggota Satbravo-90, uji psikotes menjadi salah satu gerbang utama mereka. Ketangkasan dan kecerdasan menjadi nilai utama bagi pasukan elite, lantaran mereka dituntut berpikir dan mengambil keputusan dalam keadaan yang sangat terdesak, keletihan mendalam dan tekanan mental yang tinggi. 

Lulus dari pelatihan, para peserta didik akan menyandang badge Bravo-90, dilanjut dengan pendidikan intelijen yang pelaksanaannya sengaja digelar link-up dengan BIN. Selama tiga bulan mereka akan digembleng habis-habisan di BIN, sebelum dilanjut dua bulan berikutnya dengan tahapan materi kemampuan bertempur dan mencoba berbagai senjata dan teknik.

Pendidikan dan pelatihan

Adapula pendidikan spesialisasi antiteror dan lawan bajak udara (atbara), para prajurit biasanya menyebut tahapan tersebut dengan Kamp konsentrasi Atbara, yang awalnya dilakukan di Margahayu, Bandung, sebelum dipundahkan ke Rumpin, Bogor.

Tahapan pendidikan dan materi yang diberikan sudah mengikuti standar pelatihan pasukan khusus dunia, mulai dari building assault, aircraft assault, train assault, ship assault dan bus assault. Soal fisik, pelatihan fisik cukup merata bagi setiap jenjang, minimal ada 12 item squar test yang mesti dijalani untuk menguji kekuatan badan, bagian atas maupun bawah.

Selain itu, menu latihan mereka yang lain juga meliputi lari 3200 M per 12 menit, kemudian lari 5 kilometer dalam waktu 24 menit dan renang sejauh dua kilometer tanpa perlengkapan khusus sembari membawa beban selama dua jam penuh.

Walaupun terbilang muda, satuan elite ini telah membuktikan diri lewat sejumlah tugas yang dibebankan pada mereka. Salah satunya adalah menjaga KTT Gerakan Non-Blok pada tahun 1992 di Jakarta, serta misi pemulangan TKI dari Tiongkok.

Selain itu, dalam pecahnya konflik di Timor Timur, Satbravo-90 diturunkan untuk mengendalikan Bandara Komoro, sekalian menjaga keamanan pusat kota kala itu. Enggak cuma itu, ganasnya konflik di Ambon yang memicu peperangan frontal di berbagai titik, Satbravo-90 pun turun tangan menjaga di lokasi. Di Aceh juga. Dalam konflik di Aceh, mereka bertugas menjaga keamanan Bandara dan seluruh lapangan udara.

OK! Kurang 'Strong' apa coba Satbravo-90?

Tag: koopssusgab

Bagikan: