Kampus Kritisi Rilis BNPT soal PTN Terpapar Radikalisme

| 09 Jun 2018 13:01
Kampus Kritisi Rilis BNPT soal PTN Terpapar Radikalisme
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Rektor Universitas Paramadina Firmanzah menyayangkan adanya rilis yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut 7 perguruan tinggi negeri Indonesia telah terpapar bibit radikalisme. Sebab, rilis tersebut tidak dikomunikasikan dengan pihak kampus lebih dulu.

Firmanzah menyebut, sensitifnya isu radikalisme menyebabkan pentingnya komunikasi antara pemerintah dengan pihak kampus. Hal itu akan menentukan pihak kampus dalam menentukan sikap.

"Pola komunikasi isu sangat sensitif dan membutuhkan diskusi yang intens karena terkait metodologi. Bagaimana dampaknya," kata Firmanzah dalam diskusi 'Gerakan Radikal di Kampus?' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).

"Menurut saya, pemerintah perlu berhati-hati. Mungkin sebelum dikomunikasikan ke publik kami rektor di undang dulu," lanjutnya.

Baca Juga : Radikalisme di Kampus, BNPT Gandeng Kemenristekdikti

Diskusi 'Gerakan Radikal di Kampus?' (Fitria/era.id)

Firmanzah juga menganggap rilis pemerintah tersebut belum matang. Substansi mengenai paparan radikalisme yang disebutkan juga tidak jelas. Dikhawatirkan, hal ini justru akan menyerang balik pemerintah.

"Belum ada pembahasan yang lebih matang dan menganalisa dampak terkait keamanan, ketertiban, otonomi kampus, bagaiamana memilah dan penanganan. Sehingga pemerintah tidak dituduh melanggar kebebasan akademik," kata dia.

Apalagi, 7 PTN yang disebutkan terpapar radikalisme masih bersifat persepsi. Kata Firmanzah, keadaan ini hanya menimbulkan kehebohan dalam masyarakat. Paling penting, justru mencari solusi mengenai penanganan kasus, bukannya terburu-buru mengumumkan nama-nama kampus yang baru diduga terpapar radikalisme.

"Bagaimana mencari solusi antara dua kutub. Tidak bisa buru-buru yang menciptakan kehebohan. Tujuh pergruan tinggi juga katanya masih persepsi, jadi dimentahkan lagi oleh pemerintah. Saya menyayangkan hal ini," tandasnya.

Rekomendasi