Jalan Panjang Mudik ke Kampung Halaman

Tim Editor

Pemudik di Stasiun Pasar Senen (Jafrijal/era.id)

Jakarta, era.id - Rindu akan kampung halaman dan bertemu sanak keluarga jadi impian bagi para warga pendatang di Ibu Kota Jakarta. Berbagai cara dilakukan untuk bisa mendapatkan kesempatan pulang kampung.

Seperti Andri (28) yang ingin pulang ke kampung halamannya di Madiun. Sejak empat bulan lalu ia memburu tiket mudik yang dikeluarkan PT KAI dengan tujuan Jakarta-Madiun.

"Lebaran di Madiun enak. Semua keluarga saya di sana. Bagi-bagi rezeki sama keluarga di sana juga," ujar Andri saat berbincang dengan era.id, Sabtu (9/6/2018).

Namun pencarian tiket Andri bukan tanpa halangan. Pasalnya, meski sudah mencoba di awal periode penjualan, tiket yang ia dambakan sudah ludes terjual. Ia pun mencari 'jalan belakang' untuk mendapat tiket pulang.

"Saya punya 'kenalan' lalu saya minta tolong. Memang harganya lebih mahal. Tapi masih dalam batas kewajaran dan kemampuan ekonomi saya," ujar Andri sambil menghisap batang rokok di tangan kanan.

Dengan merogoh kocek Rp435 ribu, ia mendapatkan tiket PP Jakarta-Madiun lalu kembali lagi ke Jakarta. Biaya yang dikeluarkan lebih mahal Rp100 ribu, lantaran mencoba jalan belakang, namun itu sepadan dengan harapannya untuk pulang kampung dan bertemu sanak saudara.



Hal senada juga dituturkan, Novita (29), meski tak kesulitan untuk mendapatkan tiket. Namun ia sempat khawatir jika tertinggal kereta, sebab jarak tempat tinggalnya dengan stasiun keberangkatan terbilang jauh.

"Saya berangkat pukul 12.00 WIB dari rumah, sampai Stasiun Pasar Senen pukul 14.00 WIB dan Kereta saya berangkat ke Kediri itu pukul 18.45 WIB," paparnya.

"Saya enggak mau tiket hangus karena KRL ke Senen dari Jatinegara enggak jelas berangkatnya," ujar Novika sambil mengelus kandungannya.

Bukan tanpa sebab dirinya datang 4 jam lebih awal dari jadwal keberangkatan. Lantaran, beberapa tahun sebelumnya ia harus merasakan dinginnya lantai gerbong kereta karena tidak kebagian kursi.

"Saya duduk di lantai kereta, jadi dari Jakarta selama 10 jam. Penumpang lain enggak mau kasih saya tempat duduk padahal saya mengandung 7 bulan. Saya sekarang lagi mengandung juga, jadi enggak mau seperti itu lagi," ungkap Novita.

Kini PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyediakan 236.210 kursi penumpang untuk lebaran tahun 2018. Jumlah tersebut naik sekitar 3,5 persen dari tahun lalu yang hanya 228.158 kursi.

Direktur Operasi PT KAI, Slamet Suseno mengatakan, 236.210 kursi itu terdiri dari 212.458 kursi dari kereta api (KA) reguler dan 23.752 kursi dari kereta api tambahan.

Sejumlah KA tambahan Lebaran 2018, di antaranya KA Argo Lawu Gambir-Solo (kapasitas 1.000), Sembrani Lebaran Gambir-Surabaya-Pasarturi (kapasitas 900), Lodaya Lebaran Bandung-Solo (kapasitas 912), Mataram Premium Pasar Senen-Lempuyangan (kapasitas 1.440) dan lainnya.

Tag: mudik lebaran

Bagikan: