Gempa Bumi Terjadi di Mentawai dan Sumenep

Tim Editor

Gempa bumi Sumenep (Istimewa)

Jakarta, era.id - Serangkaian gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia. Sejumlah bangunan milik warga rusak, namun BMKG memastikan gempa tidak menimbulkan Tsunami.

Gempa bumi tektonik berkekuatan 4.8 SR, sempat mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur dan sekitarnya pada pukul 20.06 WIB. Gempa mengakibatkan beberapa rumah warga yang tinggal di sekitar Sumenep rusak dan rubuh.

"Gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal. Hasil analisis pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan dalam keterangannya, Kamis (14/6/2018).


Kerusakan bangunan warga yang terjadi dari Gempa bumi di Sumenep (istimewa)

Sebelumnya, serangkaian gempa bumi berkekuatan 5.9 SR terjadi di Mentawai. Setidaknya 9 kali gempa susulan terjadi dengan magnitudo yang berbeda.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 8 kali dengan rincian kekuatan sebagai berikut: pukul 06.46 WIB M=5.5 SR, pukul 09.07 WIB M=5.6 SR, pukul 09.34 WIB M=3.5 SR, pukul 13.17 WIB M=3.4 SR, pukul 13.59 WIB M=5.6 SR, pukul 14.15 WIB M=4.1 SR, pukul 15.30 WIB M=3.7 SR, pukul 19.41 WIB M=4.2 SR, dan pukul 21.23 WIB M=4.4 SR.

Analisis BMKG menunjukkan gempa bumi menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 2,0 LS dan 98,76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 13 km.


Gempa bumi di Mentawai (istimewa) 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra," kata Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan yang diterima era.id.

Ditambahkan Rahmat, konvergensi kedua lempengan itu lah yang membuat gempa bumi menjadi sangat aktif di wilayah sekitar Sumatera. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault)," tambahnya.

Kendati demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak termakan isu hoaks yang beredar. Meski mengakibatkan kerusakan, tidak ada aktivitas tsunami yang terjadi dari serangkaian gempa tersebut.

Tag: gempa bmkg

Bagikan: