Zakat Pakai Bitcoin, Mungkinkah?

Tim Editor

Ilustrasi (Mia Kurniawati/era.id)

Jakarta, era.id - Pemerintah telah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1439 H jatuh pada Jumat (15/6). Nah, artinya besok tuh. Kamu sudah bayar zakat fitrah belum? Kalau belum, buruan deh! 

Asal kamu tahu nih, Fellas, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh seluruh orang muslim untuk memfitrahkan atau menyucikan dirinya kembali. Kalau gak bayar zakat, puasamu selama satu bulan ini enggak diterima.

Zakat fitrah dikeluarkan dengan uang yang nilainya setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kilogram makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh si wajib zakat. Kalau kamu ngerasa digital banget, bisa tuh bayar pakai Bitcoin.

Di London, Inggris, sebuah masjid bernama Masjid Shackwell Lane memastikan siap menerima sumbangan --termasuk zakat-- dalam bentuk mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Sang pimpinan masjid, Erkin Guney mengatakan, mereka berusaha menarik lebih banyak orang untuk berdonasi dengan membuka sebanyak mungkin pintu, termasuk berdonasi lewat bentuk mata uang kripto.

"Dunia Islam sangat luas, dan kami telah mempersiapkan wadah bagi para Muslim yang lebih berkecukupan di luar komunitas kami untuk membantu dan berdonasi untuk masjid kami," tutur Erkin sebagaimana dikutip dari The Hackney Gazette, Kamis (14/6/2018).

Erkin mengatakan, zaman telah berubah. Dan ia mengajak seluruh umat Islam untuk beradaptasi dan mulai berpikir ke depan soal ini. "Mereka membicarakan apakah ini halal atau dan haram, kami pandang seharusnya halal," kata Erkin.

"Ini uang baru. Kita harus berpikir ke depan. Dan jika ini tersedia, dan jika saudara laki dan perempuan Islam kita bekerja dengan mata uang ini, maka mereka harus legitimasi uang dan keuntungan penghasilan mereka," tambahnya.


Ilustrasi Bitcoin (Foto: Pixabay)

Perdebatan

Soal bayar zakat menggunakan mata uang kripto itu memang masih jadi perdebatan. Sejumlah pihak mengharamkan penggunaan Bitcoin, meski beberapa berpandangan lebih lunak soal itu. Ya, termasuk Erkin. Buat Erkin, penggunaan Bitcoin jelas halal.

Sejauh ini, dompet Bitcoin yang digunakan Masjid Shackwell Lane telah mengumpulkan seenggaknya 100 pounsterling. Gurmit Singh, pendiri Combo Innovation, perusahaan yang jadi penyedia dompet Bitcoin Masjid Shackwell Lane berusaha mendukung pandangan Erkin.

Katanya, akan lebih mudah menghimpun bantuan dengan membuka lebih banyak pintu. Asumsinya begini: Jika penduduk Muslim di seluruh dunia yang berjumlah seperempat populasi bumi memiliki satu persen Bitcoin yang bernilai 1,04 triliun poundsterling, maka potensi zakat seharusnya bisa mencapai 26 juta poundsterling.

"Kemungkinan kenyataannya jauh lebih banyak. Sekarang hampir tidak ada masjid atau program amal Islam yang menerima Zakat dalam bentuk mata uang kripto. Mereka berkemungkinan melewatkan jutaan poundsterling," kata Singh sebagaimana dilansir The Independent.

Di Indonesia sendiri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membedakan dua pandangan soal Bitcoin ini. Jadi, haram atau halalnya penggunaan Bitcoin ini bergantung pada tujuan pemakaiannya, apakah untuk spekulasi atau sebagai alat tukar.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, pada Januari 2018 mengatakan, kalau untuk spekulasi, MUI mengharamkan penggunaan Bitcoin karena sifatnya spekulatif dan cenderung dekat dengan perjudian.

"Kalau berkenaan dengan investasi, saya menyebutkan haram karena di dalam ada aset pendukung, harga tak bisa dikontrol, dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi," kata Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis pada bulan Januari 2018.

Tag: lebaran zakat

Bagikan: