BPJS Kesehatan Kembangkan Layanan Rujukan Online

Tim Editor

Ilustrasi (setkab.go.id)

Jakarta, era.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengembangkan layanan rujukan daring untuk mempermudah masyarakat yang hendak berobat dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, ke rumah sakit.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengatakan, tujuan dilakukannya rujukan daring untuk mengintegrasikan data pasien yang akan dirujuk antara FKTP dan FKRTL serta meringkaskan proses adminitrasi serta antrean.

"Harapan kami bisa simplifikasi dan integrasi informasi di faskes primer ke faskes rujukan. Diagnosanya sudah ketahuan, rujukan ke RS mana, datang jam berapa, poli apa, dokternya apa," kata Maya dalam konfrensi pers di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (25/6/2018).

Melalui sistem rujukan daring, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu lagi membawa surat rujukan karena berbagai data dan informasi rujukan pasien sudah terekam dan terintegrasi antara FKTP dan rumah sakit.



Dengan begitu, katanya, proses administrasi bisa dipangkas lebih cepat karena tidak perlu "input" ulang saat pendaftaran, termasuk data diagnosa penyakit yang diderita peserta.

Peserta BPJS Kesehatan hanya perlu menunjukkan kartu JKN-KIS atau melalui aplikasi Mobile JKN di telepon genggam dan peserta sudah bisa dilayani di RS rujukan.

"Sistem rujukan online ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di fasilitas kesehatan. Nilai plusnya, rujukan online bersifat real time dari FKTP ke FKRTL, serta menggunakan dokumentasi digital di mana data dari P-CARE di FKTP langsung terkoneksi ke FKRTL sehingga memudahkan analisis data calon pasien. Selaln itu, karena paperless jadi meminimalkan potensi kendala yang terjadl akibat pasien lupa membawa surat rujukan," jelas Maya.

Baca Juga : BPJS Tetap Cover 8 Penyakit, MPR: Solusinya Naikkan Premi

Sampai dengan Mei 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.975 FKTP dan 2.367 FKRTL (rumah sakit dan klinik utama). Dari angka tersebut, sebanyak 18.737 FKTP sudah terhubung jaringan komunikasi datanya dan bisa menerapkan sistem rujukan daring. Maya optimistis jumlah fasilitas kesehatan yang mengaplikasikan sistem rujukan daring akan terus meningkat.

Tag: bpjs kesehatan

Bagikan: