Tak Ada yang Lebih Indah dari Bulan Juni

Tim Editor

Ilustrasi (Rachmad Bagus/era.id)

Jakarta, era.id - Tanggalan kalender sudah menunjukkan angka dua puluhan. Artinya, sebentar lagi pisah nih sama bulan Juni. Beberapa dari kamu barangkali sadar, bulan Juni terasa lebih cepat dan ringan. Beban pekerjaan pun rasanya gak seberat bulan-bulan lain.

Bagaimana enggak. Coba hitung jumlah hari libur kita bulan ini. Berdasar penelusuran kami pada kalender bergambar Desi Ratnasari di dinding ruang redaksi, seenggaknya kami mendapati 12 hari libur bulan ini. Dan asal kamu tahu, jumlah itu belum menghitung libur akhir pekan reguler, Sabtu dan Minggu, lho!

Kalau ditambah libur reguler Sabtu dan Minggu, maka jumlah hari libur bulan ini menjadi 19 hari libur --tanpa menghitung tanggal 16 yang jatuh berbarengan dengan libur Idul Fitri. Soal hitung-hitungan di atas, sorry kami enggak sedang membahas hari-hari kalian, para wartawan.

Libur pertama bulan ini jatuh pada tanggal 1, tanggal di mana Hari Lahir Pancasila dirayakan segenap bangsa Indonesia. Kemudian, libur kedua jatuh beruntun selama sepuluh hari, tepatnya tanggal 11 sampai 20. Yang ini sih memang hanya berlaku bagi para pegawai negeri sipil (PNS) dan sejumlah karyawan swasta yang memiliki bos-bos penuh kasih.

Nah, selanjutnya, libur akan jatuh pada hari ini. Bersinggungan dengan pelaksanaan Pilkada 2018 yang dilakukan serentak di 171 daerah di seluruh Indonesia, pemerintah menetapkan hari ini sebagai libur nasional. Hal itu telah ditetapkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018.


Baca Juga : Berterimakasih pada Soekiman untuk Nikmat THR


Dengan penetapan libur nasional itu, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam pilkada di daerah masing-masing bisa terpenuhi. "Baru saja saya tanda tangan siang tadi," kata Jokowi di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (26/6).

Bergelimang uang

Enggak cuma libur yang berdampak pada berkurangnya beban kerja. Bulan ini nyatanya jadi bulan penuh rezeki juga buat para pekerja. Selain gaji bulanan, ada berkah lain bernama Tunjangan Hari Raya (THR) yang datang di pertengahan bulan. 

Penghitungan THR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 yang mengamanatkan bahwa karyawan yang telah memiliki masa kerja sedikitnya satu bulan berhak mendapatkan THR dengan penghitungan proporsional.


Infografis "THR" (Arno Mahendra Aditama Putra/era.id)


Ada dua sistem penghitungan besaran THR yang didasari pada masa kerja pekerja tersebut. Penghitungan pertama, bagi pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak atas satu bulan upah.

Sedangkan penghitungan kedua, yang diperuntukkan bagi pekerja dengan masa kerja selama satu bulan atau lebih --di bawah satu tahun-- berhak atas besaran THR yang dihitung dengan sistem penghitungan: (masa kerja x satu bulan upah) ÷ 12.

Itu cuma pegawai umum atau pegawai swasta. Buat pegawai negeri, beda lagi. Pegawai non-struktural dengan pendidikan SD/SM/sederajat yang telah mengabdi selama sepuluh tahun berhak mendapatkan THR Rp3.401.000. Sementara itu, pegawai sederajat yang masa kerjanya 10-20 tahun mendapat THR Rp3.682.000.

Ah, enggak perlu dihitung barangkali. Kamu pasti masih ingat kan berapa uang yang masuk ke rekening kamu waktu itu? Jadi, selamat meratapi perpisahan dengan berbagai kenangan indah di bulan Juni ini.
 

Tag: cuti lebaran lebaran

Bagikan: