Kerap Disebut dalam Motivasi Kehidupan, Inilah Cara Berkembang Biak Kupu-Kupu

ERA.id - Kupu-kupu merupakan binatang yang tak hanya indah, tetapi juga sering digunakan sebagai contoh untuk inspirasi kehidupan. Biasanya, hal tersebut berkaitan dengan cara berkembang biak kupu-kupu.

Serangga dengan sayap cantik ini memiliki transformasi yang menakjubkan, yaitu proses perkembangbiakan yang disebut sebagai metamorfosis sempurna  (holometabola). Sebagai serangga, kupu-kupu mengawali perkembangbiakannya dengan telur (ovipar). Namun, proses selanjutnya membuat kupu-kupu sedikit berbeda dengan serangga lainnya.

Mengenal Cara Berkembang Biak Kupu-Kupu

Setelah telur menetas, muncullah ulat atau larva kupu-kupu. Ulat merupakan binatang kecil melata berbentuk gilik memanjang yang umumnya berkaku enak. Beberapa jenis ulat memiliki bulu pada tubuhnya, biasanya menimbulkan rasa gatal jika mengenai kulit manusia.

Ulat memakan daun (unsplash)

Secara umum, ulat dari kupu-kupu memakan dedaunan. Binatang ini terbilang cukup rakus sebab berusaha mengumpulkan energi yang cukup untuk menopang kebutuhannya ketika masuk proses metamorfosis selanjutnya.

Kehidupan kupu-kupu pada fase larva atau ulat cenderung praktis, yaitu makan dan tumbuh. Kegiatan yang dilakukan oleh ulat sepanjang hari adalah makan.

Ulat akan sangat selektif dalam memilih makanan. Biasanya, ulat hanya memakan makanan yang bersumber dari tumbuhan inang yang dipilih oleh kupu-kupu betina saat meletakkan telurnya (induknya). Fase ulat akan terjadi selama kurang lebih 1 hingga 1,5 bulan.

Setelah tumbuh sempurna, ulat akan masuk fase istirahat atau fase pupa/kepompong. Ini proses perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu dewasa atau imago. Kepompong akan terbungkus dalam krisalis dan tidak bergerak.

Masing-masing ulat memiliki kelenjar sutera yang akan mengait pada batang, ranting, atau daun. Dalam fase kepompong, calon kupu-kupu dewasa diam dan istirahat untuk melakukan proses perubahan besar sampai waktunya untuk keluar nantinya.

Secara umum, warna pupa adalah hijau atau cokelat. Ini juga menjadi mekanisme pertahanan diri dari pemangsa. Warna pupa menyerupai warna tumbuhan yang digelantunginya.

Ketika menjadi kepompong, tingkat kematian kupu-kupu cukup tinggi sebab mudah terinfeksi oleh hewan parasit. Parasit akan menusuk tubuh pupa dan bertelur di dalamnya.

Ketika telur-telur parasit tersebut menetas, parasit-parasit muda akan memakan tubuh kepompong. Ulat pun gagal menjadi kupu-kupu dewasa. Secara umum, fase pupa atau kepompong berlangsung sekitar selama 1 hingga 2 minggu.

Setelah itu, kupu-kupu dewasa yang cantik akan keluar dari kepompong. Secara umum, kupu-kupu muncul tak lama setelah matahari terbit atau siang hari. Hal tersebut dilakukan untuk membantu proses pengeringan sayap sehingga bisa digunakan untuk terbang dengan baik.

Perkawinan Kupu-Kupu

Dikutip Era dari How Stuff Works, kupu-kupu dewasa melakukan reproduksi selayaknya binatang umumnya, yaitu sperma jantan membuahi sel telur betina.

Anda mungkin tak pernah tahu perbedaan kupu-kupu jantan dan betina. Kupu-kupu jantan dan betina dari spesies sama bisa mengenali satu sama lain berdasarkan ukuran, bentuk, warna, serta struktur urat sayapnya. Selain itu, kupu-kupu bisa saling mengenali dengan feromon atau aroma.

Selama proses kawin, kupu-kupu jantan menggunakan organ penjepit yang ada di bagian perut untuk menangkap betina. Yang unik dari perkawinan ini, sebagian besar kupu-kupu jantan tidak hanya memberikan sperma, tetapi juga menyediakan spermatofor. Ini merupakan sperma sekaligus nutrisi yang dibutuhkan oleh betina untuk bertelur.

Sebagian kupu-kupu jantan mengumpulkan nutrisi tertentu yang digunakan untuk menghasilkan spermatofor yang lebih baik untuk menarik pasangan. Ketika melakukan proses perkawinan, kupu-kupu betina menyimpan sperma dari jantan di dalam kantung hingga dirinya siap untuk bertelur.

Kupu-kupu betina mengeluarkan telur satu per satu. Jumlah telur yang bisa dihasilkan oleh kupu-kupu bisa mencapai ratusan, tergantung spesiesnya. Selama proses bertelur, kupu-kupu betina harus berhati-hati sebab telur-telurnya harus tetap hangat dan berada pada tingkat kelembapan yang tepat.

Ketika nanti menetas, ulat atau larva kupu-kupu harus segera makan. Oleh sebab itu, sang induk biasanya meletakkan telur-telur tersebut di tanaman yang akan dimakan oleh ulat. Itulah cara berkembang biak kupu-kupu dari telur hingga dewasa.