Kendaraan Menginap di Jalan karena Longsor di Gowa Sulsel, Kerja Pemkab Dikeluhkan

ERA.id - Akses jalan di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terputus karena tanah longsor menutup jalanan dan perbaikannya belum selesai.

Warga pun menyindir Pemerintah Kabupaten Gowa yang lelet menuntaskan persoalan ini. Kini memasuki hari kedua masalah, pengendara motor dan mobil masih menginap di jalan Poros Malino, Gowa.

Ada yang mulai kelaparan karena uang pegangannya mulai menipis, ada juga yang kedinginan karena memakai pakaian seadanya.

Salah satu pengendara, Fachri Fauzan (nama samaran, red) mengatakan kepada ERA, kalau saat ini dia sudah merasakan lemahnya fisik, karena harus irit menggunakan uang simpanannya. Apalagi dirinya memegang uang yang tidak terlalu besar.

"Sudah dua hari saya bermalam di jalanan. Uang juga menipis karena kalau lapar harus ke warung untuk membeli makanan," katanya kepada ERA, Senin (26/12/2022).

Dia pun menyinggung kinerja Pemkab Gowa yang terlalu lamban dalam pengerjaan pembersihan bekas material tanah longsor yang dinilainya sudah terlalu lama.

Menurutnya, instansi dari Pemkab Gowa sudah tidak berkerja dengan semestinya. Sehingga puluhan pengendara yang bermalam di jalanan merasa kecewa dengan kepimpinan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

"Tolong lah Pak (Adnan Purichta Ichsan) agar bawahannya disuruh kerja dengan maksimal, kami sudah kelaparan dan ingin balik ke Makassar. Sudah rindu dengan keluarga di Makassar. Kami juga ingin kerja, kami mau makan apa kalau tidak kerja," kesalnya.

Senada, pengendara sepeda motor, Ridwan menjelaskan leletnya pembersihan bekas material tanah longsor akibat hujan yang tiba-tiba turun, sehingga proses pengerjaan kembali tertunda. Belum lagi, pencarian tiga korban yang tertimbun tanah longsor masih dilakukan.

Sehingga, lanjut dia, akses jalan belum bisa dilalui. Karena dari pengakuan tim yang mengerjakan jalanan tersebut diprioritaskan untuk mencari korban yang tertimbun.

"Dia (tim pengerjaan tanah longsor) mengatakan kepada kami kalau saat ini lebih fokus untuk mencari korban, biar tidak ada lagi penambahan korban selanjutnya. Jadi akses jalan belum bisa dilalui," beber Ridwan.

Sementara itu, saat penulis menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa, Ikhsan Parawansa belum direspon hingga berita ini ditayangkan.