Ciri-Ciri Telur Tidak Layak Konsumsi, dan Cara Mengetesnya, Penting untuk Diketahui

ERA.id - Salah satu bahan makanan dari sekian banyak yang digolongkan sebagai makanan bergizi adalah telur. Telur sendiri mengandung banyak nutrisi dan protein. Telur yang berukuran besar memiliki kandungan 77 kalori, dengan 6 gram protein yang berkualitas tinggi, serta 5 gram lemak dan karbohidrat.

Dalam kuning telur, terkandung hampir semua nutrisi, sedangkan putih telur hanya mengandung protein.

Biasanya telur disimpan pada suhu ruang atau di dalam kulkas. Telur yang disimpan di dalam kulkas akan lebih tahan lama daripada telur yang ada di suhu ruang. Hal inilah yang menjadikan banyak orang menyimpan telur dalam jangka waktu lama di dalam kulkas. Namun, jika sudah terlewat terlalu lama, telur menjadi tidak layak dikonsumsi.

Hidangan telur (Foto: Pixabay)

Kualitas telur mulai menurun seiring waktu sebab kantong udara di dalamnya semakin besar dan putih telur akan semakin menipis. Sebelum menyediakan hidangan telur favorit, Anda harus memasak dengan telur segar. Jika Anda tidak dapat memastikan berapa lama telur tersimpan, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah sebuah telur masih layak atau tidak untuk dikonsumsi.

Jika telur sudah tidak layak dikonsumsi, segeralah buang telur tersebut agar makanan Anda tidak terkontaminasi bakteri.

Apa saja ciri-ciri telur tidak layak konsumsi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Ciri-ciri telur tidak layak dikonsumsi

Telur yang sudah membusuk memiliki ciri-ciri bau busuk yang khas, terlepas dari apakah telur tersebut mentah atau sudah masak. Jika Anda belum memahami saat telur berada dalam cangkang, pecahkan telur di atas piring atau mangkuk yang bersih dan Anda dapat memastikan dengan menghirup aromanya.

Selagi telur masih berada dalam cangkangnya, sebaiknya periksa apakah cangkangnya tidak pecah, berlendir, atau bertepung. Kelengketan atau retakan dapat mengindikasikan terdapat bakteri dalam telur, sementara penampilan yang berbentuk bubuk atau bertepung pada cangkang bisa mengindikasikan adanya jamur. Jika cangkang terlihat kering dan tidak rusak, pecahkan telur ke dalam mangkuk atau piring putih bersih sebelum dimasak.

Jika telur tenggelam tetapi duduk tegak dan terhentak di bagian bawah mangkuk atau cangkir, berarti telur tersebut masih segar. Jika miring ke atas atau bahkan mengapung, berarti telur tersebut sudah berusia lama. Putih telur, atau albumen, menjadi lebih encer dan lebih berair. Kuning telur pun kehilangan sebagian daya apungnya.

Cara Mengetes Telur yang Tidak Layak Konsumsi

Ada beberapa cara mengetes telur yang dapat dilakukan agar kita mengetahui apakah telur tersebut masih layak konsumsi atau tidak. Berikut penjelasannya:

Lakukan Tes Penciuman

Tes mengendus merupakan metode tertua, paling sederhana dan paling bisa diandalkan untuk memahami apakah telur sudah rusak atau belum. Jika Anda mendapati bahwa telur Anda sudah melampaui tanggal kedaluwarsa, Anda dapat mengira-ngira bagus atau tidaknya telur tersebut.

Jika ada telur yang berbau, aduklah telur dan cuci mangkuk atau piring menggunakan air sabun yang panas sebelum digunakan lagi. Jika telur tersebut memiliki aroma yang normal, atau tidak ada bau sama sekali, berarti menjadi pertanda baik jika telur masih aman untuk dikonsumsi.

Lakukan Inspeksi Visual

Selain dapat menggunakan penciuman hidung, mata juga merupakan alat yang berharga untuk memahami apakah telur masih aman dikonsumsi.

Carilah perubahan warna merah muda, biru, hijau atau hitam di kuning atau putih telur, sebab hal ini dapat menunjukkan pertumbuhan bakteri. Jika Anda mendapati ] tanda-tanda perubahan warna, buanglah telur dan cucilah mangkuk dengan air panas bersabun sebelum melakukan uji coba telur baru.

Lakukan Tes Apung

Tes apung merupakan salah satu metode yang paling populer untuk memeriksa apakah telur masih layak dikonsumsi. Cara ini juga merupakan metode umum untuk memperkirakan usia sel telur yang dibuahi sebelum menjadi anak ayam.

Untuk menjalani uji apung, masukkan telur ke dalam mangkuk atau baskom berisi air. Jika telur tersebut tenggelam dan bertumpu pada sisinya, berarti telur tersebut masih sangat segar.

Demikianlah ulasan tentang ciri-ciri telur tidak layak konsumsi beserta cara mengetesnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…