Penyebab Intoleransi Laktosa, Jenis-Jenis, dan Gejala yang Mungkin Muncul

ERA.id - Apakah Anda pernah mendengar ada orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu, bahkan alergi? Bisa jadi orang tersebut mengalami gejala yang dinamakan intoleransi laktosa. Apa penyebab intoleransi laktosa?

Intoleransi laktosa merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk susu. Artikel ini akan membahas beberapa faktor penyebab yang menyebabkan intoleransi laktosa pada sebagian orang.

Dilansir dari laman Ai Care, Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan mencerna gula laktosa yang terdapat dalam susu. Gejala yang muncul akibat intoleransi laktosa termasuk diare, perut kembung, dan rasa begah setelah mengkonsumsi susu.

Intoleransi laktosa juga dikenal sebagai malabsorpsi laktosa, yang meskipun tidak berbahaya, namun menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderitanya.

Intoleransi laktosa terjadi karena tubuh hanya memproduksi sedikit enzim laktase yang berfungsi untuk memecah laktosa. Meskipun gejala yang muncul dapat menyulitkan, kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa dapat mengatasi masalah ini tanpa harus menghilangkan produk susu dari pola makan mereka.

Penyebab Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi yang terjadi ketika usus halus tidak dapat memproduksi cukup enzim laktase untuk memecah laktosa, gula yang terdapat dalam susu.

Secara normal, laktase akan memecah laktosa menjadi dua bentuk gula yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa, yang kemudian dapat diserap oleh tubuh melalui dinding usus halus.

Akan tetapi, jika tubuh tidak memproduksi laktase dalam jumlah yang cukup, laktosa pada makanan tidak dapat dicerna dan akan tetap terkandung dalam makanan hingga mencapai usus besar atau kolon. Di usus besar, bakteri akan berinteraksi dengan laktosa yang tidak dicerna, menyebabkan timbulnya tanda dan gejala intoleransi laktosa.

Jenis-Jenis Intoleransi Laktosa (unsplash)

Jenis-Jenis Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa dapat dibedakan menjadi tiga tipe:

  1. Intoleransi laktosa primer

Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Pada masa bayi, individu dengan intoleransi laktosa primer masih dapat memproduksi laktase dalam jumlah yang cukup untuk mencerna ASI.

Ketika bayi mulai mengkonsumsi makanan lain dan usianya bertambah, produksi enzim laktase secara perlahan berkurang. Pada saat mencapai usia dewasa, tingkat laktase mencapai jumlah yang terlalu rendah untuk mencerna laktosa, sehingga menyebabkan munculnya gejala intoleransi laktosa setiap kali mengkonsumsi produk susu.

  1. Intoleransi laktosa sekunder

Tipe ini terjadi ketika usus halus tidak mampu memproduksi laktase dalam jumlah normal akibat penyakit, operasi, atau trauma yang melibatkan usus halus.

Beberapa penyakit yang sering berhubungan dengan intoleransi laktosa sekunder antara lain infeksi saluran pencernaan, penyakit seliak (Celiac disease), pertumbuhan bakteri yang tidak terkontrol (bacterial overgrowth), dan penyakit Crohn.

Pengobatan untuk tipe ini dapat memulihkan fungsi usus dalam memproduksi laktase dan memperbaiki gejala, meskipun kadang memerlukan waktu yang lama.

  1. Intoleransi laktosa kongenital

Meskipun jarang terjadi, beberapa bayi lahir dengan kondisi intoleransi laktosa karena rendahnya kadar laktase. Kondisi ini dapat diturunkan secara genetik dari orang tua, yang berarti kedua orang tua harus memiliki gen resesif dan mewariskannya pada anak mereka.

Selain itu, bayi prematur juga dapat mengalami intoleransi laktosa kongenital karena kemampuan tubuh mereka yang belum sempurna dalam memproduksi laktase seperti bayi yang lahir pada waktu yang tepat.

Intoleransi laktosa dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk diare, perut kembung, dan rasa begah setelah mengkonsumsi produk susu. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderitanya.

Dengan demikian, pengelolaan yang tepat seperti menghindari konsumsi produk susu atau mengkonsumsinya dalam jumlah terbatas dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kenyamanan penderita intoleransi laktosa.

Selain penyebab intoleransi laktosa, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman