Penemuan Piramid di Toba dan Beberapa Fakta Menarik yang Harus Diketahui

ERA.id - Penemuan piramid di Toba telah menjadi sorotan utama dalam dunia arkeologi dan sejarah. Situs ini secara misterius muncul di tengah dataran tinggi Sumatra Utara, Indonesia dan berhasil mengungkapkan kehadiran sebuah peradaban kuno yang selama ini tak terduga.

Kemunculan piramid di Toba telah membuka pintu menuju pertanyaan-pertanyaan yang mendalam mengenai masa lalu, teknologi, dan budaya manusia pada zaman dahulu. Artikel ini akan menjelajahi penemuan yang menggemparkan ini dan mencoba mengungkap misteri di balik Piramid Toba.

Penemuan Piramid di Toba

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang melakukan penelitian terhadap temuan piramida di daerah Danau Toba, Sumatera Utara, yang konon memiliki kemiripan dengan situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.

Profesor Riset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi di BRIN, Danny Hilman Natawidjaja, mengungkapkan bahwa penemuan piramida di Toba ini sebenarnya merupakan hasil kebetulan.

Jejak piramida tersebut ditemukan ketika Danny sedang melakukan penelitian terkait jalur gempa di lokasi tersebut. Danny menjelaskan bahwa struktur batuan piramida ini memiliki ukuran yang cukup besar, dengan ketinggian mencapai 120 meter.

Penemuan Piramida Toba tidak disengaja yaitu ketika penelitian tentang gempa bumi (unsplash)

Danny Hilman Natawidjaja mengungkap bahwa penemuan Piramida Toba ini terjadi secara tidak sengaja. Keberadaan piramida ini ditemukan ketika ia sedang melakukan penelitian terkait jalur gempa di lokasi tersebut.

Menurut Danny, pada bulan Maret 2023, ada pekerjaan terkait gempa bumi yang sedang berlangsung di daerah itu. Namun, tanpa dugaan sebelumnya, ia malah menemukan situs tersebut. Saat itu, Danny terkejut karena ternyata struktur situs tersebut terdiri dari batuan besar yang mencapai tinggi hingga 120 meter.

Kemudian, temuannya ini dia presentasikan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga berasal dari Sumatera Utara.

Danny menyatakan bahwa dia akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami struktur dan usia Piramida Toba ini. Hal ini dikarenakan hingga saat ini belum ada penelitian yang mendalam terkait penemuan piramida ini.

Profesor Danny menjelaskan bahwa Piramid Toba diduga merupakan peninggalan dari periode kebudayaan megalitikum yang berusia ribuan tahun. Piramid ini dinamai Piramid Toba. Periode megalitikum adalah periode dalam sejarah manusia yang terjadi sekitar 4.000 hingga 2.500 tahun SM.

Piramid Toba, meskipun jarang terdengar namanya dibandingkan dengan piramida Mesir yang terkenal, memiliki daya tarik yang unik. Piramid ini terbentuk dari lapisan Toba Tuff, hasil dari letusan supervolcano yang terjadi 74 ribu tahun yang lalu. Keunikan Piramid Toba tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Pada masa lampau, penduduk setempat hanya menganggap Piramid Toba sebagai bekas dusun tua dan situs pemakaman. Namun, potensi besar Piramid Toba sebagai objek wisata berkelas internasional sangatlah besar. Ukurannya yang besar dan bentuk piramid yang terlihat jelas di lereng bukit menjadikannya pemandangan yang sangat menarik.

Namun, untuk memulai proses restorasi Piramid Toba, diperlukan studi geologi dan arkeologi yang mendalam. Hal ini bertujuan untuk lebih memahami Piramid Toba, termasuk pemahaman tentang bagaimana dan mengapa struktur ini dibangun.

Perlu diketahui, studi geologi dan arkeologi dapat memberikan informasi penting tentang sejarah leluhur Toba serta konteks budaya pada masa lalu.

Selain penemuan piramid di toba, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…