Perbedaan Vertigo Perifer dan Vertigo Sentral, Cek Apa Penyebabnya

ERA.id - Vertigo adalah gangguan kepala parah yang kerap dialami oleh banyak orang. Masalah kesehatan ini menimbulkan rasa pusing di area kepala hingga cukup menyiksa penderitanya. Vertigo dibedakan menjadi dua berdasarkan lokasi penyebabnya, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Lantas apa perbedaan vertigo perifer dan vertigo sentral?

Rasa pusing yang disebabkan vertigo akan membuat penderitanya merasakan sensasi seolah sekelilingnya berputar. Selain mengganggu aktivitas, kondisi ini jika dibiarkan akan mengakibatkan penderitanya mual dan muntah hingga badannya lemas. Oleh karena itu Anda perlu tahu perbedaan vertigo perifer dan vertigo sentral, untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.

Perbedaan Vertigo Perifer dan Vertigo Sentral

Vertigo sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang ditimbulkan karena penyakit tertentu. Perbedaan antara vertigo sentral dan vertigo perifer yakni pada sumber atau lokasi penyebabnya. 

Vertigo sentral dialami berkaitan dengan masalah pada sistem saraf pusat (SSP) yang mengarah ke vertigo. Sementara vertigo perifer umumnya disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. 

Gejala vertigo perifer biasanya terjadi dan hilang dengan lebih cepat, dibandingkan vertigo sentral yang muncul tidak-tidak dan dapat berlangsung lebih lama. Namun gejala mual dan muntah pada penderita vertigo sentral akan lebih ringan daripada vertigo perifer. 

vertigo (Freepik)

Penyebab Vertigo Perifer

Vertigo perifer adalah jenis keluhan pusing kepala yang paling umum dialami. Vertigo jenis ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, seperti neuronitis vestibular, benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), dan penyakit Meniere. 

Neuronitis vestibular mengakibatkan pusing tingkat parah dan terjadi secara tiba-tiba, yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus. Sementara BPPV terjadi ketika kristal kecil di telinga dalam terlepas dan bergerak dalam cairan telinga, kemudian memicu rasa pusing. 

Penyakit Meniere adalah gabungan dari berbagai gejala vertigo. Meskipun penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, diduga beberapa faktor yang dapat memicu penyakit ini yaitu stres, konsumsi garam berlebih, alkohol, dan kafein. 

Penderita vertigo perifer biasanya mengalami serangan pusing secara tiba-tiba dan pulih dengan cepat. Ketika serangan kambuh, penglihatan seringkali sulit fokus karena mata harus bergerak menemukan titik fokus. Jenis vertigo perifer juga dapat berlangsung selama beberapa hari sebelum pada akhirnya pulih sendiri.

Penyebab Vertigo Sentral

Vertigo sentral disebabkan oleh gangguan atau cedera pada otak sebagai pusat saraf yang mengendalikan berbagai fungsi tubuh. Beberapa masalah otak yang bisa menyebabkan vertigo ini yaitu cedera kepala, migrain, infeksi penyakit tertentu, tumor otak, multiple sclerosis, stroke, hingga serangan iskemik transien (stroke ringan).

Vertigo sentral biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan bisa kambuh secara tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan vertigo sentral jauh lebih parah dibandingkan dengan vertigo perifer. Penderitanya bahkan bisa mengalami kesulitan berjalan atau berdiri. 

Pada kasus tertentu, penderita mungkin kesulitan mengendalikan gerakan mata dalam waktu yang lebih lama dan rasa pusing tidak hilang dengan mudah. Selain itu, penderita vertigo sentral sering mengalami kesulitan makan, lesu, sakit kepala yang parah, dan susah menelan.

Demikianlah ulasan mengenai perbedaan vertigo perifer dan vertigo sentral. Meski terkadang vertigo dianggap sebagai masalah yang ringan atau tidak berbahaya, namun sebagian besar kasus vertigo bisa menandakan adanya masalah serius pada otak. 

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…